Siswa Tingkatkan Kepedulian Sosial lewat Proyek Pembelajaran
pgsd.fip.unesa.ac.id, Surabaya – Siswa di berbagai
daerah menunjukkan peningkatan kepedulian sosial melalui proyek pembelajaran
yang terintegrasi dengan aktivitas nyata di lingkungan sekitar. Proyek tersebut
dirancang untuk mengajak siswa memahami persoalan sosial secara langsung dan mencari
solusi sederhana. Aktivitas yang dilakukan mencakup kerja kelompok, observasi
lapangan, dan aksi sosial berbasis kebutuhan masyarakat. Pendekatan ini dinilai
mampu menumbuhkan empati sekaligus rasa tanggung jawab sejak dini. Siswa tidak
hanya belajar teori, tetapi juga mempraktikkan nilai-nilai sosial dalam
kehidupan sehari-hari. Keterlibatan aktif membuat proses belajar terasa lebih
bermakna dan kontekstual. Banyak siswa mengaku lebih peka terhadap kondisi
lingkungan setelah mengikuti proyek tersebut. Hasil kegiatan menunjukkan
perubahan sikap yang lebih peduli dan kolaboratif.
Melalui proyek pembelajaran ini,
siswa diajak mengidentifikasi permasalahan sosial yang ada di sekitar mereka.
Proses identifikasi dilakukan dengan diskusi dan pengamatan langsung. Dari
tahap tersebut, siswa belajar menganalisis sebab dan dampak suatu masalah.
Selanjutnya, mereka merancang kegiatan yang dapat memberikan kontribusi
positif. Kegiatan yang dirancang disesuaikan dengan kemampuan dan sumber daya
yang tersedia. Pendekatan ini melatih siswa untuk berpikir kritis dan kreatif.
Selain itu, siswa juga belajar mengambil keputusan secara bersama. Proses ini
memperkuat keterampilan komunikasi dan kerja sama.
Pelaksanaan proyek dilakukan secara
bertahap agar siswa dapat memahami setiap prosesnya. Pada tahap awal, siswa
diberikan pemahaman tentang nilai kepedulian sosial. Tahap berikutnya berfokus
pada perencanaan dan pembagian tugas. Setiap siswa memiliki peran yang jelas
sesuai dengan kesepakatan kelompok. Selama pelaksanaan, siswa belajar
menghadapi tantangan secara langsung. Mereka juga belajar beradaptasi ketika
rencana tidak berjalan sesuai harapan. Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran
berharga dalam mengelola emosi dan tanggung jawab. Hasil kegiatan kemudian
dievaluasi bersama untuk melihat dampaknya.
Dampak positif dari proyek
pembelajaran ini terlihat pada perubahan sikap siswa. Mereka menjadi lebih peka
terhadap kebutuhan orang lain. Rasa empati berkembang seiring dengan
keterlibatan langsung dalam kegiatan sosial. Siswa juga menunjukkan peningkatan
rasa percaya diri. Keberanian untuk menyampaikan pendapat dan ide semakin
terlihat. Selain itu, kebiasaan bekerja sama menjadi lebih kuat. Nilai
toleransi dan saling menghargai juga tumbuh dalam proses tersebut. Hal ini
menunjukkan pembelajaran tidak hanya berfokus pada akademik.
Ke depan, proyek pembelajaran
berbasis kepedulian sosial diharapkan terus dikembangkan. Pendekatan ini
dinilai relevan dengan kebutuhan pembelajaran masa kini. Siswa dapat belajar
menjadi individu yang peduli dan bertanggung jawab. Proyek semacam ini juga
membantu membangun karakter positif secara berkelanjutan. Dengan pengalaman
nyata, siswa lebih siap menghadapi tantangan sosial di masa depan. Pembelajaran
menjadi sarana membentuk kepekaan sosial yang kuat. Keterampilan hidup yang
diperoleh akan bermanfaat dalam jangka panjang. Upaya ini diharapkan mampu
menciptakan generasi yang peduli terhadap sesama dan lingkungan.
Penulis: Hanaksa Erviga Putri
Suprapto