pgsd.fip.unesa.ac.id- Pembelajaran sosial-emosional atau Social-Emotional Learning (SEL) semakin menjadi kebutuhan utama dalam pendidikan dasar karena perannya dalam membentuk karakter, empati, dan ketahanan siswa. Mahasiswa PGSD perlu memahami bahwa perkembangan emosi dan sosial siswa sama pentingnya dengan perkembangan akademik. SEL membantu siswa mengelola emosi, membangun hubungan positif, dan mengambil keputusan yang bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Penerapan SEL di kelas dasar menuntut guru untuk merancang aktivitas pembelajaran yang mendorong refleksi diri dan interaksi positif. Guru dapat mengintegrasikan diskusi sederhana tentang perasaan, permainan kolaboratif, hingga kegiatan bercerita untuk mengembangkan kemampuan empati siswa. Aktivitas ini harus disesuaikan dengan perkembangan anak agar proses internalisasi nilai berlangsung secara alami dan tidak terkesan menggurui.
Selain integrasi dalam pembelajaran, guru memiliki peran penting sebagai model sosial-emosional bagi siswa. Sikap guru yang sabar, komunikatif, dan konsisten akan membantu membangun budaya kelas yang suportif. Guru juga harus mampu mengenali tanda-tanda distress emosional pada siswa, sehingga dapat memberikan intervensi awal sebelum masalah berkembang menjadi lebih serius. Oleh karena itu, penguatan kompetensi interpersonal menjadi bagian krusial bagi mahasiswa PGSD.
Implementasi SEL yang efektif membutuhkan lingkungan kelas yang aman dan inklusif. Guru perlu menata interaksi dan struktur kelas agar setiap siswa merasa dihargai dan diterima. Kegiatan seperti morning meeting, sistem teman belajar, dan refleksi harian dapat mendukung terciptanya atmosfer kelas yang positif. Lingkungan ini menjadi fondasi penting bagi siswa untuk berani berbicara, bekerja sama, dan mengekspresikan diri dengan sehat.
Dengan menguasai konsep dan strategi SEL, calon guru PGSD dapat membantu siswa membangun landasan karakter yang kuat sejak dini. Pembelajaran sosial-emosional yang terintegrasi dengan baik tidak hanya meningkatkan kesejahteraan siswa, tetapi juga mendukung keberhasilan akademik mereka.
penulis: adeluh febiola
gambar: google