Strategi Guru PGSD dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa
Kesulitan
belajar merupakan masalah yang sering ditemui di sekolah dasar. Setiap siswa
memiliki kemampuan dan kecepatan belajar yang berbeda, sehingga guru PGSD harus
memahami strategi yang tepat untuk mengatasinya. Kesulitan belajar dapat muncul
dalam berbagai bentuk, seperti membaca, menulis, berhitung, atau memahami
konsep. Jika tidak ditangani segera, hal ini dapat memengaruhi perkembangan
akademik siswa. Oleh karena itu, guru perlu melakukan identifikasi sejak dini.
Langkah
pertama dalam mengatasi kesulitan belajar adalah mendiagnosis penyebabnya. Guru
dapat melakukan observasi, wawancara, dan analisis hasil belajar siswa.
Kesulitan belajar bisa disebabkan faktor internal seperti motivasi rendah,
kecemasan, atau gaya belajar yang tidak sesuai. Faktor eksternal seperti
lingkungan keluarga, fasilitas sekolah, dan metode mengajar juga memengaruhi
siswa. Dengan memahami penyebabnya, guru dapat menentukan solusi yang tepat.
Setelah
mengetahui penyebabnya, guru dapat menyusun strategi pembelajaran khusus.
Misalnya, siswa yang memiliki kesulitan membaca dapat diberikan latihan fonetik
melalui permainan kartu kata. Siswa yang kesulitan berhitung dapat menggunakan
benda konkret seperti kancing atau manik-manik. Guru juga dapat memberikan
pembelajaran remedial yang lebih personal. Dengan pendekatan yang tepat, siswa
dapat meningkatkan kemampuan belajarnya secara bertahap.
Kolaborasi
dengan orang tua juga sangat penting dalam menangani kesulitan belajar. Orang
tua dapat membantu latihan di rumah serta memberikan dukungan emosional kepada
anak. Guru dapat memberikan panduan mengenai kegiatan belajar yang sesuai
dilakukan di rumah. Dengan kerja sama yang baik, proses perbaikan kemampuan
belajar akan berjalan lebih cepat. Perhatian orang tua memberikan motivasi
tambahan bagi anak.
Pada
akhirnya, guru PGSD memiliki peran besar dalam menciptakan lingkungan belajar
yang ramah dan mendukung. Guru harus bersabar, kreatif, dan mampu menyesuaikan
pembelajaran sesuai kebutuhan siswa. Kesulitan belajar bukanlah hambatan,
tetapi kesempatan untuk menerapkan metode yang lebih tepat. Dengan strategi
yang efektif, siswa dapat kembali percaya diri dan meraih hasil belajar yang
lebih baik. Inilah tujuan utama pendidikan dasar yang inklusif dan humanis.
Sumber:
Abdurrahman, M.
(2012). Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar.
Kemendikbud.
(2020). Panduan Layanan Kesulitan Belajar di SD.
Supriyadi.
(2017). Bimbingan dan Konseling untuk Siswa SD.
✨Penulis : Maria Oktalic Hindi
Lourista