“Tantangan Hybrid Learning: Bisakah Mahasiswa Tetap Fokus?”
Meski menawarkan fleksibilitas, hybrid learning membawa tantangan serius bagi mahasiswa, terutama dalam menjaga fokus selama perkuliahan daring. Banyak mahasiswa mengaku mudah terdistraksi oleh lingkungan rumah atau kos yang tidak kondusif, jaringan internet yang tidak stabil, serta kecenderungan multitasking saat mengikuti kelas online. Kondisi ini membuat sebagian mahasiswa kesulitan menangkap materi secara utuh, terlebih jika perkuliahan berlangsung dalam durasi panjang. Tanpa kedisiplinan diri yang kuat, sistem hybrid dapat menjadi hambatan dalam proses pembelajaran.
Di sisi lain, interaksi dalam kelas hybrid juga sering kali tidak seoptimal pembelajaran tatap muka. Beberapa mahasiswa yang hadir secara daring merasa kurang mendapat perhatian atau ruang untuk bertanya, sehingga interaksi terasa timpang antara peserta offline dan online. Hal ini menuntut kampus dan dosen untuk terus melakukan penyesuaian agar pembelajaran berlangsung seimbang. Dengan strategi yang tepat dan dukungan teknologi yang memadai, tantangan tersebut sebenarnya dapat diminimalisir. Namun, pertanyaannya tetap sama: mampukah mahasiswa menjaga fokus di tengah pola belajar baru yang menuntut adaptasi tinggi?
Penulis: Aini Athaya