Teknik Mindfulness untuk Anak Sekolah Dasar: Mengajarkan Tenang & Fokus
pgsd.fip.unesa.ac.id- Mindfulness menjadi salah satu pendekatan yang semakin banyak digunakan dalam pendidikan modern, termasuk di tingkat sekolah dasar. Teknik ini mengajarkan anak untuk lebih tenang, sadar akan dirinya, dan fokus pada apa yang sedang mereka lakukan. Di tengah aktivitas belajar yang padat dan tuntutan akademik yang meningkat, mindfulness membantu siswa SD mengelola emosi, menenangkan pikiran, serta meningkatkan kemampuan konsentrasi.
Dalam praktiknya, mindfulness dapat diterapkan melalui kegiatan sederhana seperti latihan pernapasan, mendengarkan suara sekitar, atau duduk hening selama beberapa menit. Kegiatan ini tidak memerlukan alat khusus, sehingga guru dapat melakukannya kapan saja di dalam kelas. Anak-anak cenderung menyukai aktivitas ini karena terasa seperti momen istirahat yang menyenangkan, namun tetap memberikan manfaat besar bagi kesehatan mental mereka.
Selain meningkatkan fokus, mindfulness juga membantu anak memahami emosinya. Ketika mereka terbiasa memperhatikan perasaan dan pikirannya, mereka lebih mampu mengendalikan reaksi saat menghadapi situasi sulit. Misalnya, saat merasa marah, sedih, atau gelisah, mindfulness membantu mereka mengenalinya dan merespons secara lebih tenang. Hal ini sangat bermanfaat untuk menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif.
Guru memiliki peran penting dalam menanamkan kebiasaan mindfulness di kelas. Dengan memberikan contoh dan panduan yang konsisten, guru dapat membantu siswa menjadikan mindfulness sebagai bagian dari rutinitas harian. Bahkan, beberapa sekolah telah memasukkan sesi mindfulness singkat sebelum belajar dimulai untuk mempersiapkan kondisi mental siswa agar lebih siap menerima pelajaran.
Melalui penerapan mindfulness secara rutin, anak-anak SD dapat tumbuh menjadi individu yang lebih tenang, fokus, dan mampu mengelola berbagai tantangan emosional. Dengan demikian, teknik mindfulness tidak hanya bermanfaat untuk proses belajar, tetapi juga untuk perkembangan karakter dan kesehatan mental mereka dalam jangka panjang.
Penulis: Adeluh Febiola
Gambar: Google