Tiga Trik Seru Mengajar Vocabulary Bahasa Inggris (TEYL) di Sekolah Dasar.
Bagi guru TEYL (Teaching English for Young Learners) di SD, salah satu tantangan terbesar adalah mengajarkan kosakata (vocabulary) agar mudah diingat dan tidak cepat dilupakan. Anak-anak SD memiliki rentang perhatian yang pendek, sehingga metode hafalan kata di papan tulis jelas bukan solusi!
Kunci sukses pengajaran vocabulary pada anak terletak pada asosiasi emosional dan fisik.
Trik 1: Metode TPR (Total Physical Response)
Metode TPR adalah strategi yang paling efektif untuk anak usia dini. Prinsipnya sederhana: gabungkan kata dengan gerakan tubuh.
Metode ini dipopulerkan oleh Dr. James J. Asher (1970-an). Ia menyatakan bahwa pembelajaran bahasa, terutama kosakata, harus meniru bagaimana anak belajar bahasa ibu—melalui perintah dan respons fisik.
Contoh: Saat mengajarkan kata kerja (verb) seperti run, jump, atau eat, minta anak langsung mempraktikkan gerakan tersebut.
Keuntungan: Gerakan menciptakan memori otot, yang jauh lebih kuat dan tahan lama daripada memori visual semata.
Trik 2: Storytelling Visual dan Flashcards Interaktif
Anak-anak mencintai cerita. Jangan ajarkan daftar kata terpisah, tetapi masukkan kosakata baru ke dalam sebuah narasi yang menarik.
Penerapan: Gunakan flashcards yang besar dan berwarna. Setelah bercerita, lakukan game yang melibatkan pengambilan atau pengelompokan flashcard.
Keuntungan: Konteks cerita memberikan makna yang dalam, sementara flashcards membantu mereka mengasosiasikan kata dengan visual yang jelas.
Trik 3: The Singing Game
Musik adalah superpower dalam pembelajaran TEYL. Anak akan mengingat lirik lagu yang nadanya sederhana jauh lebih cepat daripada kalimat biasa.
Penggunaan lagu dikaitkan dengan Teori Pengkodean Ganda (Dual Coding Theory) oleh Allan Paivio, di mana informasi lebih mudah diingat jika dikodekan dalam dua cara (verbal dan nonverbal, dalam hal ini melalui melodi dan ritme).
Contoh: Ciptakan lagu sederhana untuk kosakata yang saling berkaitan (misalnya, warna atau angka).
Keuntungan: Ritme dan melodi berfungsi sebagai perekat memori (memory glue). Ketika anak lupa kata, mereka cenderung bisa mengingat melodinya.
Mengajar vocabulary TEYL di SD haruslah penuh tawa dan gerakan. Ubah kelas menjadi taman bermain bahasa. Dengan TPR, cerita, dan lagu, vocabulary baru akan menempel di kepala anak, bukan hanya di papan tulis!
Penulis: Enola Aden