Tren Pembelajaran Hybrid: Kombinasi Offline dan Online di Perguruan Tinggi
pgsd.fip.unesa.ac.id — Pembelajaran hybrid menjadi tren terbaru di perguruan tinggi, menggabungkan metode tatap muka dan pembelajaran daring. Model ini memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa untuk belajar di kelas maupun secara online, sehingga proses belajar menjadi lebih adaptif dan efisien.
Pembelajaran hybrid memungkinkan mahasiswa mengakses materi kapan saja dan di mana saja melalui platform digital. Sementara itu, sesi tatap muka tetap dilakukan untuk diskusi, praktik, dan interaksi sosial yang mendukung pemahaman konsep secara mendalam.
Selain meningkatkan fleksibilitas, pembelajaran hybrid juga mendorong penggunaan teknologi dalam pendidikan. Mahasiswa belajar memanfaatkan berbagai aplikasi, media pembelajaran digital, dan sistem kolaborasi online untuk mendukung proses belajar mengajar.
Peran dosen sangat penting dalam mengatur keseimbangan antara pembelajaran online dan offline. Dosen berfungsi sebagai fasilitator, pembimbing, dan penilai, memastikan mahasiswa tetap terlibat aktif dan tujuan pembelajaran tercapai secara maksimal.
Dengan penerapan pembelajaran hybrid yang efektif, mahasiswa dapat belajar lebih fleksibel, mandiri, dan produktif. Model ini menjadi solusi pendidikan modern yang mampu menghadirkan pengalaman belajar yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan abad 21.
Penulis: Adeluh Febiola
Gambar: Google