Trend ‘Slow Living’: Kenapa Semua Orang Mulai Memperlambat Hidupnya?
Di era serba cepat dan penuh tuntutan, tren slow living muncul sebagai cara untuk kembali bernapas. Bukan berarti hidup lamban, tapi memilih ritme yang lebih sadar dan tenang.
Banyak orang mulai melirik slow living karena burnout, kelelahan mental, dan rasa jenuh yang menumpuk. Gaya hidup ini mengajak kita fokus pada hal yang benar-benar penting, mengurangi distraksi, dan menikmati aktivitas kecil—seperti membuat kopi, beres-beres rumah, atau sekadar duduk tanpa membuka ponsel.
Slow living juga berkaitan dengan konsumsi yang lebih bijak, penggunaan teknologi secara sadar, dan menghargai proses alih-alih terburu-buru mengejar produktivitas.
Memulai pun mudah: lakukan satu hal pada satu waktu, beri jeda untuk diri sendiri, dan pelankan ritme saat merasa kewalahan.
Di tengah dunia yang terus berlari, terkadang pilihan paling bijak adalah melangkah perlahan.
Penulis: Aqila Khusna Naovalia