Upaya Penguatan Literasi dan Numerasi bagi Anak Usia Dini di Daerah Terpencil
pgsd.fip.unesa.ac.id Program peningkatan literasi dan numerasi sejak usia dini di daerah terpencil saat ini menjadi sorotan utama dalam pengembangan kualitas pendidikan dasar di Indonesia. Program ini berfokus pada kemampuan membaca, menulis, dan berhitung yang menjadi fondasi utama keberhasilan belajar anak di jenjang berikutnya. Pelaksanaan program melibatkan berbagai pihak yang peduli terhadap dunia pendidikan usia dini. Anak-anak di daerah terpencil seringkali memiliki keterbatasan akses terhadap bahan belajar yang memadai. Oleh karena itu, inisiatif ini bertujuan memberikan dukungan penuh agar hak belajar dapat terpenuhi. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan sumber belajar yang ramah anak. Pendampingan belajar juga dilakukan dengan pendekatan yang menyenangkan. Langkah ini diharapkan menjadi jembatan untuk mengurangi kesenjangan pendidikan.
Peningkatan kompetensi literasi dan numerasi sejak usia dini diyakini dapat membantu anak mengembangkan kemampuan berpikir yang kritis. Anak-anak yang terbiasa dengan aktivitas membaca akan lebih mudah memahami informasi. Begitu pula kemampuan numerasi yang menjadi dasar bagi logika matematis. Tantangan terbesar di daerah terpencil adalah akses dan kualitas pendampingan belajar. Kegiatan belajar yang dilakukan secara sederhana tetapi konsisten menjadi strategi utama. Penerapan metode yang kontekstual membantu anak memahami pelajaran dari lingkungan sekitar. Upaya ini sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri dalam belajar. Dengan demikian, kemampuan dasar mereka dapat berkembang secara optimal.
Pendekatan pembelajaran berbasis aktivitas dipilih agar anak tidak merasa terbebani. Guru pendamping mengajak anak mengeksplorasi pengetahuan melalui permainan edukatif. Metode ini mampu memunculkan rasa ingin tahu yang tinggi dalam diri anak. Media sederhana seperti kartu huruf dan angka menjadi alat bantu yang sangat efektif. Selain itu, pembiasaan membaca cerita dilakukan secara rutin. Kegiatan berhitung juga disesuaikan dengan kehidupan sehari-hari anak. Hal ini menjadikan proses belajar lebih bermakna dan melekat di ingatan. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada kreativitas dan perhatian pendamping.
Keterlibatan orang tua menjadi faktor penting yang menentukan keberlanjutan kegiatan literasi dan numerasi di rumah. Orang tua didorong untuk menyediakan waktu khusus mendampingi anak belajar. Dukungan emosional dari keluarga akan memotivasi anak untuk terus meningkatkan kemampuan mereka. Komunikasi yang baik antara pendamping dan orang tua juga diperlukan. Kesadaran bahwa literasi dan numerasi adalah kebutuhan utama bagi masa depan menjadi fondasi kerja sama tersebut. Lingkungan belajar yang nyaman dapat diciptakan dari rumah. Cara sederhana seperti membacakan cerita sebelum tidur memberi dampak besar bagi perkembangan kognitif anak. Langkah ini menjadi bentuk nyata keterlibatan keluarga dalam pendidikan.
Program peningkatan literasi dan numerasi sejak usia dini di daerah terpencil diharapkan terus berkembang secara berkelanjutan. Evaluasi rutin dilakukan agar kegiatan belajar yang diterapkan tetap sesuai kebutuhan anak. Peningkatan fasilitas belajar menjadi fokus perhatian di masa mendatang. Anak-anak sebagai generasi penerus bangsa patut mendapatkan hak belajar dengan kualitas yang setara. Dengan adanya dukungan berbagai pihak, kesenjangan pendidikan dapat semakin diperkecil. Hasil positif yang telah terlihat menjadi motivasi untuk melanjutkan upaya ini. Masa depan yang cerah bagi anak-anak di daerah terpencil sangat mungkin terwujud. Literasi dan numerasi menjadi pintu gerbang menuju kualitas hidup yang lebih baik.
Penulis: Aghnia
Gambar : Google