Viral Tren "Digital Detox Weekend": Manfaat dan Tantangan bagi Generasi Z
pgsd.fip.unesa.ac.id - Tren “Digital Detox Weekend” semakin banyak diikuti oleh Generasi Z yang merasa lelah dengan derasnya arus informasi dan notifikasi dari media sosial. Dalam tren ini, para peserta mencoba untuk tidak menggunakan ponsel, laptop, atau perangkat digital selama akhir pekan. Gerakan ini ramai diperbincangkan di TikTok dan Instagram karena dianggap sebagai cara efektif mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan mental.
Banyak remaja melaporkan manfaat yang signifikan setelah mencoba digital detox. Mereka merasa lebih fokus, tidur lebih nyenyak, serta memiliki waktu lebih banyak untuk berinteraksi dengan keluarga dan teman secara langsung. Aktivitas seperti membaca buku fisik, berolahraga, dan berjalan-jalan menjadi pilihan favorit selama masa rehat dari perangkat digital.
Namun, tantangan besar tetap ada. Banyak pelajar bergantung pada ponsel untuk komunikasi, tugas sekolah, hingga hiburan. Beberapa peserta mengaku kesulitan menjaga konsistensi, terutama ketika ada pesan penting atau rasa FOMO (fear of missing out) muncul. Meski demikian, banyak komunitas online mendukung pelaksanaan digital detox melalui tantangan mingguan dan panduan langkah demi langkah.
Pakar kesehatan mental menyambut baik tren ini, namun tetap mengingatkan pentingnya keseimbangan. Digital detox bukan untuk menjauhi teknologi sepenuhnya, melainkan untuk mengatur ulang hubungan kita dengan perangkat digital agar lebih sehat dan terkontrol. Guru dan orang tua juga mulai tertarik mendorong anak-anak untuk mencoba kegiatan ini secara rutin.
Dengan gaya hidup generasi sekarang yang serba cepat dan digital, tren Digital Detox Weekend diprediksi akan semakin populer sebagai strategi menjaga kesehatan mental di tengah kemajuan teknologi.
Penulis: Adeluh Febiola
Gambar: Google