Workshop Seni Tingkatkan Kepekaan dan Imajinasi Pelajar
pgsd.fip.unesa.ac.id, Surabaya – Workshop
seni bertema penguatan kepekaan dan imajinasi pelajar berlangsung dengan
antusiasme tinggi dari para peserta yang hadir. Kegiatan ini menyoroti
pentingnya ruang ekspresi kreatif bagi generasi muda dalam memahami dunia
secara lebih luas. Beragam aktivitas dirancang untuk menstimulasi kemampuan
berpikir visual dan rasa peka terhadap lingkungan sekitar. Para peserta
terlihat aktif mengikuti setiap sesi yang diberikan oleh fasilitator. Pihak
penyelenggara menyebutkan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat membuka pola
pikir baru bagi pelajar. Lokasi kegiatan dipenuhi dengan berbagai karya yang
dipajang sebagai sumber inspirasi. Banyak pelajar merasa terdorong untuk
mencoba teknik seni yang belum pernah mereka sentuh sebelumnya. Kehadiran
workshop ini menjadi langkah awal penguatan karakter kreatif pada peserta
didik.
Berbagai teknik seni
diperkenalkan dalam kegiatan ini untuk memperluas wawasan peserta. Teknik
menggambar bebas menjadi salah satu sesi yang paling menarik perhatian para
pelajar. Setiap aktivitas dirancang agar memungkinkan peserta mengekspresikan
gagasan tanpa batasan. Peserta juga diajak memahami emosi melalui warna dan
garis yang mereka ciptakan. Kegiatan ini sekaligus melatih keberanian dalam
menciptakan karya orisinal. Fasilitator memberikan arahan yang membuat peserta
mampu menghasilkan karya dengan pendekatan pribadi. Diskusi ringan setelah sesi
memberikan kesempatan bagi peserta untuk berbagi pandangan. Dengan demikian,
kegiatan ini berhasil menciptakan suasana belajar yang lebih reflektif dan
mendalam.
Selain menggambar,
pelajar juga diperkenalkan pada seni tiga dimensi yang menuntut ketelitian dan
imajinasi lebih tinggi. Peserta diminta mengolah berbagai bahan sederhana
menjadi bentuk yang memiliki nilai estetika. Aktivitas ini membantu mereka
memahami bahwa seni dapat hadir dari hal-hal kecil di sekitar. Setiap kelompok
menunjukkan hasil karya dengan konsep unik dan menarik. Para peserta merasa
tertantang untuk menunjukkan kreativitas terbaik mereka. Proses pengerjaannya
menciptakan kerja sama yang positif antar pelajar. Melalui pengalaman ini,
peserta belajar bahwa seni melibatkan proses panjang yang membutuhkan
kesabaran. Kegiatan tersebut berhasil membangun apresiasi lebih kuat terhadap
seni rupa.
Workshop ini juga
memberikan ruang refleksi agar pelajar memahami hubungan antara seni dan
kehidupan sehari-hari. Peserta diajak merenungkan peran seni dalam membantu
mengolah perasaan dan pemikiran. Mereka menyadari bahwa seni bukan hanya
aktivitas, melainkan sarana untuk menyampaikan pesan. Dalam sesi diskusi,
banyak peserta mengungkapkan pengalaman pribadi terkait proses kreatif. Setiap
pandangan dihargai karena dianggap sebagai bagian dari proses belajar.
Aktivitas refleksi ini memperkuat kemampuan peserta membaca situasi melalui
sudut pandang estetika. Lingkungan workshop menyediakan suasana yang mendorong
peserta membuka diri. Hal ini menciptakan kesadaran bahwa seni dapat
mengembangkan empati dan kepekaan sosial.
Pada penutup kegiatan,
para peserta diberi kesempatan memamerkan karya yang telah mereka ciptakan
sepanjang workshop. Beragam karya dipajang dengan penataan yang membuat suasana
tampak inspiratif. Pengunjung yang datang memberikan apresiasi atas kreativitas
para pelajar. Kegiatan ini diharapkan dapat berlanjut dengan agenda serupa agar
kreativitas pelajar terus berkembang. Banyak peserta menyampaikan keinginan
untuk kembali mengikuti kegiatan sejenis. Pengalaman yang diperoleh dianggap
mampu memperkaya pengetahuan dan kepekaan mereka. Workshop ini menciptakan
ruang belajar yang tidak hanya berfokus pada hasil, tetapi juga proses. Dengan
demikian, kegiatan tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi pelajar yang
terlibat.
Penulis: Hanaksa Erviga Putri
Suprapto