Bagaimana Mahasiswa PGSD Mengubah Konsep Abstrak Menjadi Konkret?
pgsd.fip.unesa.ac.id,
Surabaya - Listrik statis merupakan salah satu konsep dasar dalam IPA yang
sering dianggap abstrak oleh siswa sekolah dasar. Istilah seperti “muatan
positif”, “muatan negatif”, atau “gaya tolak-menolak” mudah membingungkan
apabila hanya dijelaskan melalui teori. Karena itu, mahasiswa PGSD perlu
memiliki keterampilan untuk menyajikan konsep abstrak menjadi pengalaman
belajar yang konkret dan mudah dipahami. Salah satu cara efektif yang dapat
digunakan adalah melalui percobaan elektroskop sederhana.
Percobaan
elektroskop memberi gambaran nyata tentang bagaimana muatan listrik bekerja.
Melalui alat sederhana berupa botol bekas, kawat tembaga, plastisin, dan dua
potongan alumunium foil, mahasiswa dapat menunjukkan bagaimana daun elektroskop
membuka atau menutup saat diberi muatan. Reaksi visual inilah yang membuat
siswa lebih mudah memahami bahwa perpindahan elektron dapat diamati melalui
perubahan pada alat tersebut. Ketika benda yang bermuatan disentuhkan atau
didekatkan ke elektroskop, daun foil akan saling menjauh, menandakan adanya
gaya tolak-menolak antar muatan sejenis.
Dalam pembelajaran
di kelas, demonstrasi seperti ini sangat membantu karena memberikan learning
experience yang nyata. Hal yang sebelumnya abstrak kini dapat diamati
langsung oleh siswa. Mahasiswa PGSD yang melakukan percobaan ini tidak hanya
memahami teori listrik statis, tetapi juga berlatih mengelola media,
menjelaskan proses ilmiah, dan membangun antusiasme siswa melalui visualisasi
yang menarik. Apalagi ketika dokumentasi percobaan diolah menjadi video
edukatif, proses pembelajaran menjadi semakin interaktif dan relevan dengan
gaya belajar generasi saat ini.
Selain itu,
percobaan elektroskop melatih mahasiswa untuk berpikir kreatif dalam
memodifikasi alat peraga dengan bahan sederhana. Kreativitas ini penting karena
di sekolah dasar, guru tidak selalu memiliki fasilitas laboratorium lengkap.
Dengan alat yang mudah didapat, mahasiswa membuktikan bahwa kegiatan praktikum
tetap dapat dilakukan dan bahkan lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari
siswa.
Melalui pengalaman
tersebut, mahasiswa PGSD belajar bahwa pembelajaran IPA bukan hanya soal
menyampaikan materi, tetapi juga tentang menghadirkan pengalaman ilmiah yang
bermakna. Listrik statis yang awalnya abstrak dapat dikenalkan secara konkret
melalui percobaan elektroskop, membantu siswa tidak hanya memahami konsep,
tetapi juga menumbuhkan rasa ingin tahu dan keberanian untuk bereksperimen.
Sumber:
https://www.instagram.com/reel/DRHNfO4EXiU/?igsh=enp5ZHBja3p3YTM3
Penulis: Elis