Belajar Sedekah Sejak Dini melalui Program Jumat Berbagi
Kata kunci: sedekah anak SD
pgsd.fip.unesa.ac.id – Sedekah merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial yang perlu ditanamkan sejak usia dini. Di sekolah dasar, nilai sedekah dapat diajarkan melalui kegiatan nyata seperti program Jumat Berbagi. Program ini mengajak siswa menyisihkan sebagian uang jajan atau membawa barang bermanfaat untuk dibagikan kepada orang yang membutuhkan.
Melalui kegiatan Jumat Berbagi, siswa belajar bahwa berbagi tidak harus menunggu kaya. Anak-anak memahami bahwa kepedulian dapat dimulai dari hal kecil. Misalnya, dengan menyumbangkan makanan ringan atau alat tulis layak pakai, mereka belajar bahwa kebaikan memiliki banyak bentuk.
Guru berperan penting dalam menjelaskan makna sedekah secara sederhana. Anak diajak memahami bahwa sedekah bukan sekadar memberi, tetapi juga bentuk rasa syukur. Selain itu, guru juga perlu menanamkan bahwa setiap pemberian harus dilakukan dengan ikhlas, bukan karena paksaan.
Program Jumat Berbagi juga melatih empati sosial. Siswa mulai menyadari bahwa tidak semua orang memiliki kehidupan yang sama. Dari sinilah tumbuh rasa peduli dan kepekaan sosial. Anak-anak belajar menghargai apa yang mereka miliki.
Dengan program ini, pendidikan agama tidak berhenti pada teori. Anak tidak hanya membaca ayat atau menghafal definisi sedekah, tetapi melaksanakannya. Pendidikan agama menjadi hidup dan membekas dalam ingatan.
Program ini juga memperkuat hubungan sekolah dengan masyarakat. Bantuan yang dikumpulkan dapat disalurkan ke panti asuhan atau warga sekitar.
Dengan pembiasaan sedekah sejak dini, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang dermawan dan peduli terhadap sesama. Nilai kepedulian ini akan membentuk karakter hingga dewasa.