Cara Otak Memproses Informasi Baru saat Belajar
pgsd.fip.unesa.ac.id, Otak manusia memiliki mekanisme kompleks dalam memproses informasi baru selama proses belajar. Ketika seseorang menerima informasi, otak terlebih dahulu menangkap rangsangan melalui indera. Informasi tersebut kemudian dipilah untuk menentukan tingkat kepentingannya. Proses awal ini sangat dipengaruhi oleh perhatian dan fokus belajar. Informasi yang dianggap relevan akan diteruskan ke bagian otak untuk diproses lebih lanjut. Sebaliknya, informasi yang tidak mendapat perhatian cenderung diabaikan. Tahap ini menunjukkan pentingnya konsentrasi dalam belajar. Tanpa fokus yang baik, informasi sulit dipahami secara optimal.
Setelah tahap penerimaan, otak mulai menghubungkan informasi baru dengan pengetahuan yang sudah dimiliki. Proses ini membantu otak membangun makna dan pemahaman yang lebih dalam. Semakin banyak keterkaitan yang ditemukan, semakin kuat informasi tersebut tersimpan. Otak bekerja dengan membentuk jalur-jalur saraf baru sebagai respons terhadap pembelajaran. Jalur ini memungkinkan informasi diakses kembali di kemudian hari. Proses pengaitan ini menjelaskan mengapa belajar kontekstual lebih mudah dipahami. Informasi yang memiliki hubungan nyata cenderung lebih mudah diingat. Dengan demikian, pemahaman menjadi hasil dari keterkaitan antarinformasi.
Tahap berikutnya adalah penyimpanan informasi dalam memori jangka pendek atau jangka panjang. Informasi yang sering diulang memiliki peluang lebih besar tersimpan dalam memori jangka panjang. Proses pengulangan memperkuat koneksi antar sel saraf. Selain itu, pemahaman yang mendalam membantu otak menyimpan informasi lebih stabil. Informasi yang hanya dihafal tanpa pemahaman cenderung mudah terlupakan. Faktor emosi juga memengaruhi daya simpan memori. Informasi yang melibatkan perasaan biasanya lebih melekat. Hal ini menunjukkan bahwa belajar melibatkan aspek kognitif dan emosional.
Otak juga memerlukan waktu istirahat untuk mengoptimalkan proses belajar. Saat beristirahat, otak mengatur ulang dan memperkuat informasi yang telah dipelajari. Proses ini membantu meningkatkan kualitas ingatan. Kurangnya waktu istirahat dapat menghambat pemrosesan informasi secara efektif. Otak yang lelah sulit membedakan informasi penting dan tidak penting. Kondisi ini dapat menurunkan kemampuan memahami materi baru. Oleh karena itu, keseimbangan antara belajar dan istirahat sangat diperlukan. Pola belajar yang sehat mendukung kinerja otak secara optimal.
Secara keseluruhan, cara otak memproses informasi baru melibatkan tahapan yang saling berkaitan. Mulai dari penerimaan, pengaitan, penyimpanan, hingga penguatan informasi. Setiap tahap dipengaruhi oleh fokus, pemahaman, dan kondisi fisik. Proses ini menunjukkan bahwa belajar bukan sekadar menghafal. Otak bekerja aktif membangun makna dari setiap informasi yang diterima. Lingkungan belajar yang mendukung membantu proses ini berjalan lebih efektif. Pemahaman tentang cara kerja otak dapat meningkatkan kualitas belajar. Dengan pendekatan yang tepat, proses belajar menjadi lebih bermakna dan berkelanjutan.
Penulis : Nurita
Gambar : Google