Dampak Pandemi terhadap Keterampilan Sosial dan Emosional Peserta Didik Sekolah Dasar
Pandemi COVID-19 telah memberikan dampak yang luas terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk bidang pendidikan. Salah satu dampak yang paling dirasakan pada jenjang sekolah dasar adalah perubahan signifikan terhadap keterampilan sosial dan emosional peserta didik. Peralihan pembelajaran dari tatap muka ke sistem daring membuat interaksi sosial antar siswa menjadi terbatas, sehingga berpengaruh terhadap kemampuan mereka dalam berkomunikasi dan beradaptasi di lingkungan sosial.
Selama masa pembelajaran jarak jauh, banyak peserta didik yang mengalami penurunan motivasi belajar, kesulitan bekerja sama, serta berkurangnya kemampuan mengelola emosi. Minimnya kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan teman sebaya menyebabkan anak-anak cenderung lebih pasif dan kurang percaya diri. Selain itu, situasi pandemi yang penuh ketidakpastian juga menimbulkan tekanan emosional yang memengaruhi kesejahteraan psikologis peserta didik.
Setelah pembelajaran tatap muka kembali diterapkan, guru menghadapi tantangan baru dalam membantu peserta didik menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah. Diperlukan pendekatan yang memperhatikan aspek sosial dan emosional peserta didik, seperti melalui kegiatan kolaboratif, diskusi kelompok, serta pembelajaran yang menumbuhkan empati dan saling menghargai. Dukungan dari guru dan orang tua memiliki peran penting dalam memulihkan keterampilan sosial dan emosional anak pascapandemi.
Dengan perhatian yang berkelanjutan terhadap aspek sosial dan emosional, sekolah dapat membantu peserta didik membangun kembali rasa percaya diri, kemampuan berinteraksi, serta keseimbangan emosionalnya. Pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter dan empati, menjadi langkah penting dalam menyiapkan generasi yang tangguh dan adaptif di masa depan.
Penulis: Hanaksa Erviga Putri Suprapto