Ekskul Public Speaking Bantu Siswa Atasi Demam Panggung dan Berani Berargumen Logis
pgsd.fip.unesa.ac.id Ekstrakurikuler public speaking menjadi salah satu kegiatan yang semakin diminati siswa untuk mengembangkan kemampuan berbicara di depan umum. Banyak siswa bergabung karena ingin mengatasi rasa takut dan gugup ketika berbicara di hadapan orang banyak. Kegiatan ini memberikan pelatihan teknik berbicara secara efektif dan terstruktur. Anggota belajar mengekspresikan pendapat dengan jelas dan percaya diri. Public speaking menjadi keterampilan penting untuk mendukung prestasi akademik dan nonakademik. Berbicara di depan banyak orang bukan lagi dianggap momok yang menakutkan. Banyak peserta merasakan perubahan signifikan setelah mengikuti latihan rutin. Ekskul ini membantu membangun keberanian serta sikap mental positif.
Pelatihan public speaking
dilakukan melalui berbagai metode praktik langsung. Peserta diberikan
kesempatan tampil dalam sesi pidato singkat, debat, dan simulasi wawancara.
Kegiatan ini dilakukan secara bertahap agar siswa terbiasa menghadapi audiens.
Evaluasi diberikan untuk membantu peserta memperbaiki kekurangan dan
meningkatkan kualitas penyampaian. Latihan pernapasan, intonasi suara, dan
gestur tubuh menjadi fokus penting dalam setiap pertemuan. Siswa belajar
memahami struktur argumen yang baik untuk mendukung penyampaian ide. Kemampuan
mengatur tempo bicara dilatih agar pesan tersampaikan secara efektif. Proses
latihan yang konsisten membantu peserta berkembang dengan cepat.
Ekskul public speaking juga
membentuk kemampuan berpikir logis dan kritis. Siswa dilatih untuk mengolah
informasi, menyusun argumen, dan mempertahankan pendapat secara rasional.
Kemampuan ini sangat berguna dalam kompetisi akademik dan kehidupan sehari-hari.
Peserta belajar menghargai perbedaan pendapat dan menjadikannya sebagai diskusi
produktif. Public speaking juga membangun rasa tanggung jawab terhadap ide yang
disampaikan. Lingkungan latihan yang suportif membuat peserta lebih berani
mengambil risiko. Banyak yang awalnya ragu, namun kemudian menunjukkan
perkembangan yang luar biasa. Keberhasilan mereka menjadi inspirasi bagi siswa
lain.
Selain manfaat akademik, kegiatan
ini juga meningkatkan keterampilan sosial siswa. Peserta belajar bekerja secara
kolaboratif dalam kelompok diskusi dan persiapan materi. Interaksi positif
membuat suasana latihan menjadi menyenangkan dan penuh semangat. Banyak
persahabatan baru terbentuk melalui kegiatan ini. Public speaking memberikan
ruang bagi siswa untuk saling memotivasi dan mendukung perkembangan
masing-masing. Kepercayaan diri peserta meningkat seiring dengan kemampuan
berbicara yang semakin matang. Kesempatan tampil di depan audiens menjadi
momentum penting untuk menantang diri. Kegiatan ini memberikan pengalaman
berharga yang sulit ditemukan dalam pembelajaran biasa.
Ekskul public speaking diprediksi
akan terus diminati dan berkembang sebagai sarana pembentukan karakter siswa.
Banyak pihak menilai kegiatan ini sebagai bekal penting untuk masa depan yang
penuh kompetisi. Keberanian berbicara dan kemampuan berargumentasi menjadi
kebutuhan utama dalam berbagai bidang. Program latihan diharapkan semakin
inovatif agar mencetak lebih banyak pembicara muda yang berkualitas. Kegiatan
ini membuktikan bahwa setiap siswa memiliki potensi berbicara yang dapat
dilatih. Semangat peserta menunjukkan bahwa ketakutan dapat diubah menjadi
kekuatan. Ekskul public speaking menjadi ruang berkembangnya generasi yang
percaya diri, cerdas, dan kritis. Aktivitas ini menjadi langkah nyata menuju
masa depan yang penuh peluang.
Penulis:
Mutia Syafa Y.
Foto:
Google