Ekstrakurikuler Jurnalistik Digital: Mencetak Reporter Muda yang Kritis dan Akurat
pgsd.fip.unesa.ac.id Kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik digital semakin diminati oleh siswa yang memiliki ketertarikan pada dunia media dan pemberitaan. Kehadiran kegiatan ini menjadi wadah untuk melatih keterampilan menulis, berpikir kritis, dan memverifikasi informasi. Dalam prosesnya, peserta diajarkan untuk memahami cara kerja media modern secara langsung. Mereka belajar menyusun berita dengan struktur yang tepat dan berpegang pada prinsip akurasi. Aktivitas jurnalistik digital juga membantu membangun kemampuan analisis terhadap berbagai isu publik. Siswa diarahkan untuk menyaring informasi berdasarkan fakta yang valid dan terpercaya. Dengan kemampuan ini, generasi muda semakin siap menghadapi tantangan dunia digital. Kegiatan tersebut menjadi langkah penting mencetak reporter muda yang profesional dan berintegritas.
Program ekstrakurikuler ini
melibatkan berbagai latihan teknis dalam pengelolaan konten media. Peserta
mempelajari teknik pengambilan gambar, penulisan naskah, dan pengeditan video
secara bertahap. Kegiatan ini membantu siswa memahami proses produksi media
dari awal hingga publikasi. Melalui praktik langsung, mereka dapat mengasah
kreativitas dan keterampilan penyajian informasi. Selain itu, siswa juga
berlatih melakukan wawancara dengan narasumber menggunakan etika jurnalistik.
Dengan pendekatan profesional, para peserta mulai terbiasa bekerja dalam tim.
Kegiatan tersebut membangun kemampuan komunikasi interpersonal yang kuat.
Proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan bermakna bagi pengembangan diri.
Jurnalistik digital memiliki
peran penting dalam memperkuat budaya literasi informasi. Siswa belajar
membedakan fakta dan opini melalui proses verifikasi sumber. Kemampuan ini
sangat dibutuhkan untuk menghadapi penyebaran informasi palsu di era digital. Dengan
keterampilan tersebut, peserta dapat menjadi agen edukasi yang mendorong
penggunaan media secara bijak. Mereka juga dilatih menyampaikan hasil liputan
dengan bahasa yang jelas dan objektif. Pengembangan kemampuan tersebut memberi
manfaat jangka panjang bagi kepercayaan publik terhadap informasi. Para peserta
turut memahami pentingnya tanggung jawab moral seorang jurnalis. Nilai-nilai
integritas menjadi fondasi utama dalam setiap karya mereka.
Respons positif dari banyak pihak
menunjukkan bahwa ekstrakurikuler jurnalistik memberikan dampak besar pada
karakter siswa. Banyak peserta mengaku menjadi lebih berani berbicara di depan
umum dan menyampaikan pendapat secara argumentatif. Peningkatan kepercayaan
diri muncul melalui latihan peliputan dan publikasi karya. Kegiatan ini juga
membangun rasa bangga atas karya yang telah dihasilkan. Di sisi lain, siswa
belajar menerima kritik sebagai bahan evaluasi untuk menjadi lebih baik.
Suasana kerja kolaboratif mendorong kemampuan beradaptasi dalam berbagai
situasi. Pelatihan yang rutin membantu meningkatkan kualitas karya setiap
anggota. Hal ini menunjukkan bahwa jurnalistik digital mampu menjadi ruang
perkembangan prestasi siswa.
Pada akhirnya, ekstrakurikuler
jurnalistik digital menjadi inovasi pembelajaran yang mampu mencetak generasi
muda yang cerdas media. Kegiatan ini membantu siswa mengembangkan kemampuan
berpikir kritis dan menyampaikan informasi secara akurat. Proses pembinaan
terstruktur membentuk karakter tangguh dan bertanggung jawab. Melalui kegiatan
ini, siswa dapat membangun kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Harapannya, program ini menjadi inspirasi untuk meningkatkan budaya literasi
digital yang positif. Semakin banyak siswa yang terlibat, semakin besar dampak
terhadap kualitas komunikasi publik. Kegiatan ini membuktikan bahwa kemampuan
media dapat tumbuh melalui pelatihan sejak dini. Jurnalistik digital menjadi
fondasi penting membangun masa depan informasi yang cerdas dan terpercaya.
Penulis:
Mutia Syafa Y.
Foto:
Google