Etika Akademik di Era Digital: Tantangan dan Solusinya
pgsd.fip.unesa.ac.id — Perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar dalam dunia akademik. Kemudahan akses informasi dan penggunaan platform digital memberikan banyak manfaat, namun juga menghadirkan tantangan terkait etika akademik. Oleh karena itu, pemahaman etika akademik menjadi semakin penting di era digital.
Salah satu tantangan utama etika akademik adalah meningkatnya risiko plagiarisme. Akses informasi yang luas sering kali membuat mahasiswa tergoda untuk menyalin karya orang lain tanpa mencantumkan sumber. Hal ini menuntut kesadaran dan pemahaman yang baik tentang pentingnya kejujuran akademik dalam setiap karya ilmiah.
Selain plagiarisme, etika dalam komunikasi digital juga menjadi perhatian. Interaksi akademik melalui media daring menuntut sikap saling menghormati dan bertanggung jawab. Mahasiswa dan dosen perlu menjaga etika dalam berdiskusi, menyampaikan pendapat, serta menggunakan media digital secara profesional.
Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menanamkan etika akademik melalui kebijakan dan edukasi yang berkelanjutan. Sosialisasi tentang penulisan ilmiah yang benar, penggunaan sumber referensi, serta pemanfaatan teknologi secara etis menjadi langkah strategis dalam menjaga integritas akademik.
Dengan pemahaman dan penerapan etika akademik yang baik, sivitas akademika dapat memanfaatkan teknologi digital secara positif. Etika akademik menjadi landasan penting dalam menciptakan lingkungan akademik yang jujur, bertanggung jawab, dan berkualitas.
Penulis: Adeluh Febiola
Gambar: Google