“Hari Tanpa Gadget” Tingkatkan Interaksi Sosial Siswa
pgsd.fip.unesa.ac.id - Kegiatan “hari tanpa gadget” baru-baru ini digelar dengan tujuan meningkatkan interaksi sosial antar siswa. Selama satu hari penuh, seluruh peserta diminta untuk meninggalkan perangkat elektronik pribadi mereka. Aktivitas ini mencakup permainan tradisional, diskusi kelompok, dan berbagai kegiatan kreatif lainnya. Tujuan utamanya adalah mendorong komunikasi tatap muka yang lebih efektif dan mengurangi ketergantungan pada media sosial. Para siswa dilaporkan lebih aktif berbicara dan berkolaborasi dengan teman sebaya. Selain itu, kegiatan ini juga membantu mereka mengembangkan keterampilan sosial yang sebelumnya kurang terekspos. Orang tua dan pengajar memberikan tanggapan positif terhadap perubahan perilaku siswa. Banyak yang menilai kegiatan ini mampu memperkuat ikatan sosial dan emosional di antara peserta.
Kegiatan diawali dengan pengarahan singkat tentang pentingnya interaksi sosial. Setiap siswa diberikan kesempatan untuk memilih aktivitas yang diminati. Beberapa memilih bermain permainan papan tradisional, sementara yang lain mengikuti lomba kreatifitas seni. Aktivitas luar ruang juga disediakan untuk meningkatkan kerja sama tim. Para peserta tampak antusias dan penuh semangat selama kegiatan berlangsung. Banyak siswa yang sebelumnya pendiam mulai aktif berkomunikasi. Hal ini menunjukkan efektivitas kegiatan dalam mendorong keterlibatan sosial. Kegiatan ditutup dengan refleksi bersama tentang pengalaman satu hari tanpa gadget.
Selain meningkatkan interaksi, kegiatan ini juga menumbuhkan kreativitas siswa. Berbagai tantangan kreatif diberikan untuk merangsang ide-ide baru. Siswa bekerja sama dalam kelompok untuk menyelesaikan proyek-proyek kecil. Setiap kelompok diminta mempresentasikan hasil karya mereka di akhir kegiatan. Proses ini melatih kemampuan berpikir kritis dan kolaboratif. Banyak peserta merasa bangga dengan hasil kerja timnya. Aktivitas semacam ini dipercaya dapat meningkatkan rasa percaya diri. Selain itu, siswa juga belajar menghargai kontribusi teman-teman mereka.
Para siswa mengaku merasakan perubahan positif selama kegiatan berlangsung. Mereka lebih fokus dalam berinteraksi dan mendengarkan pendapat teman. Beberapa bahkan menyadari pentingnya membatasi penggunaan gadget sehari-hari. Kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk menanamkan nilai kebersamaan dan empati. Diskusi kelompok juga memunculkan ide-ide kreatif yang tidak muncul saat menggunakan gadget. Banyak peserta merasa lebih dekat satu sama lain. Keaktifan dan keceriaan terlihat di setiap sudut kegiatan. Hasilnya, kegiatan ini berhasil menciptakan suasana belajar yang lebih hangat dan menyenangkan.
Keberhasilan kegiatan ini mendorong rencana pelaksanaan serupa di masa mendatang. Siswa dan pengajar menyepakati pentingnya kegiatan interaktif tanpa gadget secara berkala. Tujuan utamanya tetap untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama antar siswa. Efek positif yang dirasakan diharapkan dapat mempengaruhi perilaku sehari-hari. Kegiatan ini menjadi contoh nyata bahwa pembelajaran tidak selalu bergantung pada teknologi. Aktivitas sosial terbukti mampu membangun karakter dan keterampilan sosial. Semangat dan antusiasme peserta menjadi indikator keberhasilan kegiatan. Dengan demikian, “hari tanpa gadget” menjadi langkah kecil namun signifikan dalam meningkatkan interaksi sosial.
pgsd.fip.unesa.ac.id
Penulis: Aghnia
Gambar : Google