Ikut UKM dan Organisasi di Kampus Mulai Semester Berapa?
Ketika
baru menjadi mahasiswa, terkadang muncul sebuah pertanyaan “Ikut UKM atau
organisasi kampus mending mulai semester berapa sih?”. Banyak mahasiswa baru
merasa antusias sekaligus bingung ingin aktif, tapi takut kecapekan dengan
tugas kuliah. Di sisi lain, ada rasa khawatir kalau ikut organisasi terlalu
cepat justru membuat nilai akademik turun. Tapi juga ada perasaan bingung,
kalau tidak mulai dari semester awal, nanti di semester akhir malah semakin
sulit untuk mengikuti kegiatan UKM dan organisasi.
Sebenarnya,
tidak ada aturan baku di kampus yang mewajibkan kamu harus mulai ikut
organisasi di semester tertentu. Namun, sebagian besar mahasiswa biasanya mulai
ikut UKM atau organisasi di tahun pertama dan tahun kedua masa perkuliahannya,
karena proses adaptasi antara akademik dan non akademik sudah mulai stabil.
Masa-masa ini adalah waktu yang pas untuk mengenal ritme kampus, memahami jadwal
kuliah, sekaligus memberi ruang bagi diri sendiri untuk mencoba hal baru.
Banyak UKM dan organisasi memang rutin membuka pendaftaran anggota baru di awal
tahun akademik melalui pekan raya mahasiswa karena mereka memahami bahwa
mahasiswa baru sedang giat-giatnya mencari lingkungan yang sesuai dengan minat
mereka.
Di
semester pertama, beberapa mahasiswa sudah berani terjun langsung ke organisasi
karena merasa perlu memperluas relasi dan pengalaman sejak dini. Mereka
biasanya mengikuti kegiatan pekan raya mahasiswa yang diikuti beragam UKM kampus,
mencoba beberapa komunitas dalam kampus maupun luar kampus, lalu memilih mana
yang paling cocok dengan pengembangan minatnya. Namun tidak sedikit pula yang
memilih untuk menunggu hingga semester kedua. Mereka ingin memastikan bahwa
akademik sudah berjalan lancar, nilai aman, dan jadwal tidak membuat kewalahan.
Kedua pilihan ini tidak ada yang salah, justru menunjukkan bahwa setiap
mahasiswa punya ritme adaptasinya sendiri agar kedua kegiatannya seimbang.
Masuk
ke organisasi sejak awal kuliah sering memberikan keuntungan, seperti cepat
punya teman lintas angkatan, terbiasa bekerja sama, dan mendapatkan pengalaman
kepanitiaan. Tidak jarang pula mahasiswa baru yang aktif organisasi akhirnya
menemukan passion yang sebelumnya tidak mereka sadari, seperti public
speaking, desain grafis, pengabdian masyarakat, hingga seni panggung.
Namun, mulai terlalu cepat tanpa kesiapan juga bisa menimbulkan stres jika
ternyata jadwal organisasi bentrok dengan tugas kuliah. Di sisi lain, mahasiswa
yang mulai aktif di tahun kedua perkuliahan biasanya memiliki perspektif yang
lebih matang. Mereka sudah cukup mengenal karakter dosen, cara mengatur waktu,
dan paham kapasitas diri. Meski terlambat dari sebagian teman sebayanya, mereka
justru bisa lebih fokus dan selektif dalam memilih organisasi yang benar-benar
sesuai dengan tujuan pribadi. Mereka tidak sekadar ikut-ikutan, tetapi sudah
punya arah mengapa harus aktif.
Pada
akhirnya, waktu terbaik untuk mulai ikut UKM atau organisasi kampus bukan
ditentukan oleh semester berapa kamu berada, tetapi oleh kesiapan yang ada
dalam diri kamu sendiri. Apakah kamu sudah memahami ritme kuliahmu? Apakah kamu
merasa sanggup mengatur waktu antara kegiatan akademik dan non-akademik? Apakah
kamu ingin berkembang dalam hal tertentu yang hanya bisa diperoleh melalui
organisasi? Pilihan itu kembali pada diri sendiri lagi. Yang terpenting, jangan
merasa terburu-buru hanya karena melihat teman-teman lain sudah aktif di banyak
kegiatan non-akademik. Perlu diingat, setiap mahasiswa mempunyai perjalanan masing-masing.
Baik mulai dari semester satu, dua, dan seterusnya semua tetap bisa menjadi
pengalaman berharga asalkan kamu menjalaninya dengan niat ingin belajar,
komitmen untuk berkembang, dan memberi kontribusi. Aktivitas kampus bukan
sekadar kegiatan luar kelas, melainkan ruang untuk membentuk karakter, mental,
dan jaringan yang akan kamu bawa sampai lulus. Jadi, kapan kamu siap? Itulah
saat terbaik untuk mulai.
Penulis: Shabrina
Muhamida Fitri