Kegiatan Mendongeng dalam Pembelajaran Bahasa
Kegiatan mendongeng menjadi metode efektif dalam pembelajaran bahasa yang menumbuhkan daya imajinasi dan keterampilan berbicara peserta didik. Melalui dongeng, siswa belajar menyampaikan pesan moral dan memahami struktur cerita secara alami. Guru berperan sebagai fasilitator yang mencontohkan cara mendongeng yang ekspresif dan komunikatif. Siswa diajak untuk berani tampil di depan kelas dan menggunakan intonasi suara serta gerak tubuh yang tepat. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan berbahasa, tetapi juga menumbuhkan empati terhadap tokoh dan nilai-nilai dalam cerita. Dongeng yang dibawakan bisa berasal dari cerita rakyat, fabel, maupun kisah yang dibuat sendiri oleh siswa. Setiap penampilan menjadi pengalaman belajar berharga yang membentuk kepercayaan diri.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bertahap mulai dari latihan membaca naskah hingga pementasan mini. Guru membantu siswa memahami karakter dalam cerita agar penampilan mereka lebih hidup. Penilaian diberikan bukan hanya pada kelancaran berbicara, tetapi juga ekspresi dan pesan yang disampaikan. Dengan cara ini, siswa belajar bahwa mendongeng bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana komunikasi yang bermakna. Kegiatan mendongeng juga memperkuat budaya lisan yang kini mulai jarang ditemukan. Melalui kegiatan ini, bahasa menjadi alat untuk berempati dan berinteraksi secara positif.
Kegiatan mendongeng di kelas bukan sekadar tugas bahasa, tetapi juga jembatan antara imajinasi, ekspresi, dan karakter positif.