Kegiatan Menulis Latih Ekspresi dan Imajinasi
pgsd.fip.unesa.ac.id, Surabaya – Kegiatan menulis menjadi salah satu aktivitas pembelajaran yang dinilai efektif untuk melatih ekspresi dan imajinasi peserta didik. Melalui kegiatan ini, peserta didik diajak menuangkan gagasan, perasaan, dan pengalaman ke dalam bentuk tulisan. Proses menulis mendorong munculnya keberanian untuk menyampaikan ide secara bebas dan kreatif. Aktivitas ini juga membantu meningkatkan kemampuan berbahasa secara bertahap. Dalam praktiknya, menulis tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga pada proses berpikir. Peserta didik dilatih untuk mengamati, merenungkan, lalu mengembangkan ide menjadi cerita atau teks. Kegiatan tersebut dinilai mampu menciptakan suasana belajar yang lebih aktif dan menyenangkan. Dengan demikian, menulis menjadi sarana penting dalam pengembangan potensi diri.
Kegiatan menulis biasanya diawali dengan pengenalan tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Tema sederhana membantu peserta didik lebih mudah menuangkan ide tanpa rasa takut. Setelah itu, mereka diberi kesempatan untuk menulis secara mandiri sesuai imajinasi masing-masing. Kebebasan berekspresi menjadi kunci utama dalam kegiatan ini. Peserta didik tidak dibatasi pada satu sudut pandang tertentu. Hal ini membuat tulisan yang dihasilkan lebih beragam dan unik. Proses tersebut melatih kepercayaan diri dalam menyampaikan pendapat. Secara tidak langsung, kemampuan berpikir kreatif pun ikut berkembang.
Selain melatih imajinasi, kegiatan menulis juga berperan dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Peserta didik belajar menyusun alur, memilih kata, dan merangkai kalimat secara logis. Proses ini membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Kesalahan dalam penulisan dijadikan sebagai bahan pembelajaran. Dengan cara ini, peserta didik tidak merasa takut untuk mencoba. Mereka justru terdorong untuk memperbaiki dan mengembangkan tulisannya. Kegiatan menulis juga melatih kemampuan memecahkan masalah melalui bahasa. Hasilnya, peserta didik menjadi lebih reflektif dalam berpikir.
Kegiatan menulis sering dipadukan dengan aktivitas membaca dan diskusi. Perpaduan ini memperkaya wawasan dan kosakata peserta didik. Tulisan yang telah dibuat dapat dibagikan dan dibacakan di depan kelas. Kegiatan tersebut mendorong interaksi dan saling menghargai karya. Peserta didik belajar memberikan tanggapan secara santun. Suasana belajar menjadi lebih terbuka dan kolaboratif. Kegiatan ini juga menumbuhkan rasa bangga terhadap hasil karya sendiri. Dengan demikian, menulis tidak lagi dianggap sebagai kegiatan yang membosankan.
Secara keseluruhan, kegiatan
menulis memberikan banyak manfaat dalam proses pembelajaran. Aktivitas ini
mampu mengasah kemampuan ekspresi dan imajinasi secara seimbang. Peserta didik
menjadi lebih peka terhadap lingkungan dan pengalaman pribadi. Menulis juga
membantu menumbuhkan kebiasaan berpikir terstruktur. Kegiatan ini dapat
diterapkan secara berkelanjutan dalam berbagai situasi belajar. Dukungan
lingkungan yang positif sangat berpengaruh terhadap keberhasilan kegiatan
menulis. Dengan pembiasaan yang konsisten, kemampuan menulis akan terus
berkembang. Kegiatan menulis pun menjadi fondasi penting bagi penguatan
literasi.
Penulis: Hanaksa Erviga Putri
Suprapto