Kegiatan Outdoor Learning Dorong Rasa Cinta Alam Pelajar
pgsd.fip.unesa.ac.id, Surabaya – Kegiatan
outdoor learning kembali digelar untuk pelajar dengan tujuan menumbuhkan rasa
cinta terhadap alam sejak dini. Para peserta diajak melakukan serangkaian
aktivitas di alam terbuka yang menyenangkan sekaligus edukatif. Kegiatan ini
mencakup pengamatan flora dan fauna, menanam pohon, hingga permainan berbasis
alam yang menstimulasi kreativitas. Setiap aktivitas dirancang agar peserta
dapat belajar sambil merasakan pengalaman langsung di lingkungan sekitar. Dalam
prosesnya, pelajar dilatih untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan memahami
pentingnya menjaga kelestarian alam. Kegiatan outdoor learning juga memberi
kesempatan bagi peserta untuk mengasah keterampilan sosial. Mereka belajar
bekerja sama dalam kelompok dan berbagi tanggung jawab. Semua aktivitas
berlangsung dengan suasana yang interaktif dan penuh antusiasme.
Selain aspek
pengetahuan, kegiatan ini juga menekankan pentingnya pengalaman emosional
terhadap alam. Anak-anak diajak merasakan keindahan alam secara langsung
sehingga timbul empati terhadap lingkungan. Aktivitas fisik seperti hiking dan
eksplorasi alam meningkatkan kesehatan dan kebugaran peserta. Setiap langkah
kegiatan dirancang agar pelajar tidak hanya mengetahui, tetapi juga merasakan
manfaat pelestarian alam. Interaksi dengan alam membuat peserta lebih peka
terhadap perubahan lingkungan di sekitarnya. Kegiatan ini menjadi media efektif
untuk membangun karakter peduli lingkungan. Selain itu, mereka belajar
mengenali berbagai jenis tumbuhan dan hewan secara langsung. Pengalaman
langsung ini diharapkan menumbuhkan kesadaran untuk menjaga alam sejak usia
dini.
Kegiatan outdoor
learning juga memberikan pendekatan belajar yang berbeda dari kelas
konvensional. Peserta tidak hanya mendengarkan teori, tetapi terlibat langsung
dalam praktik dan pengamatan. Metode belajar seperti ini membuat pengetahuan
lebih mudah dipahami dan diingat. Anak-anak diajak berpikir kritis saat
menghadapi masalah sederhana di alam. Misalnya, mereka belajar cara menyusun
strategi untuk menanam dan merawat tanaman. Aktivitas kelompok meningkatkan
kemampuan komunikasi dan kerja sama tim. Setiap kegiatan didesain agar
menyenangkan dan edukatif sekaligus. Pendekatan seperti ini diharapkan dapat
membentuk karakter yang peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Dalam kegiatan ini,
peserta juga belajar tentang dampak perilaku manusia terhadap alam. Mereka
diperkenalkan dengan konsep sampah, daur ulang, dan cara meminimalkan kerusakan
lingkungan. Pelajar didorong untuk mempraktikkan kebiasaan ramah lingkungan sehari-hari.
Pengetahuan tentang siklus alam dan ekosistem diperoleh secara langsung melalui
observasi. Aktivitas ini mengajarkan pentingnya keseimbangan antara manusia dan
alam. Keterlibatan aktif membuat anak-anak lebih memahami konsekuensi dari
tindakan mereka. Semua peserta terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian
kegiatan. Metode ini terbukti efektif dalam menanamkan kesadaran lingkungan
sejak dini.
Kegiatan outdoor
learning menutup sesi dengan refleksi bersama peserta. Anak-anak berbagi
pengalaman dan kesan mereka selama mengikuti kegiatan. Mereka diminta
menyampaikan hal-hal baru yang dipelajari dan rencana untuk menjaga alam di
sekitar. Refleksi ini membantu memperkuat pembelajaran yang telah diperoleh.
Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa persahabatan antar peserta.
Aktivitas di alam terbuka membuat mereka merasa lebih dekat dengan teman-teman
sekelompoknya. Semua peserta meninggalkan kegiatan dengan kesan positif dan
motivasi untuk lebih peduli lingkungan. Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa
belajar di luar kelas dapat memberikan pengalaman yang mendalam dan bermanfaat.
Penulis: Hanaksa Erviga Putri Suprapto