Kelas Koding untuk Anak Mulai Populer, Kenalkan Dasar-Dasar Computational Thinking
pgsd.fip.unesa.ac.id– Kelas koding untuk anak kini menjadi salah satu program yang populer di sekolah dasar. Program ini mengenalkan dasar-dasar computational thinking dan logika pemrograman sejak dini, sehingga siswa dapat memahami konsep teknologi dan pemecahan masalah secara kreatif. Pembelajaran koding di usia dini dianggap mampu membangun keterampilan digital yang sangat dibutuhkan di era modern.
Dalam kelas koding, siswa diajak belajar melalui permainan dan proyek sederhana, seperti membuat animasi, permainan interaktif, atau robot mini. Metode ini membuat pembelajaran lebih menyenangkan dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, anak-anak belajar berpikir algoritmik, memecah masalah menjadi langkah-langkah kecil, dan merancang solusi dengan sistematis.
Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing siswa melalui berbagai aktivitas koding. Pendekatan yang digunakan menekankan eksplorasi, kreativitas, dan kolaborasi antar siswa. Dengan bimbingan yang tepat, siswa tidak hanya memahami konsep koding, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan logika yang dapat diterapkan dalam mata pelajaran lain.
Kegiatan kelas koding juga memacu rasa percaya diri siswa. Mereka dapat melihat hasil karya sendiri secara nyata dan belajar berbagi proyek dengan teman-teman. Lingkungan belajar yang mendukung kolaborasi dan inovasi membuat anak-anak lebih antusias untuk belajar, sekaligus memupuk minat pada bidang teknologi sejak dini.
Dengan semakin populernya kelas koding, sekolah diharapkan dapat menyiapkan generasi yang kreatif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan digital di masa depan. Program ini menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan literasi digital dan computational thinking sejak pendidikan dasar.
Penulis: Adeluh Febiola
Gambar: Google