Kolaborasi Menguatkan Pembelajaran, Kompetisi Ditinggalkan
pgsd.fip.unesa.ac.id Pembelajaran berbasis kolaborasi semakin banyak diterapkan sebagai pendekatan yang menekankan kerja sama antarpeserta didik. Pendekatan ini dinilai mampu menciptakan suasana belajar yang inklusif dan saling mendukung. Kolaborasi mendorong peserta didik untuk berbagi ide, berdiskusi, dan menyelesaikan masalah bersama. Berbeda dengan kompetisi yang menonjolkan persaingan individu, kolaborasi menempatkan keberhasilan sebagai hasil bersama. Proses belajar tidak hanya berfokus pada capaian akhir, tetapi juga pada interaksi selama kegiatan berlangsung. Peserta didik belajar menghargai perbedaan pendapat dan kemampuan. Lingkungan belajar menjadi lebih aman secara emosional dan sosial. Kondisi ini dinilai mendukung perkembangan karakter dan keterampilan abad ke-21.
Pembelajaran kolaboratif memberikan ruang bagi setiap peserta didik untuk berperan aktif. Setiap individu memiliki kesempatan menyumbangkan ide sesuai kemampuan masing-masing. Hal ini membantu mengurangi kesenjangan partisipasi dalam kelas. Peserta didik yang sebelumnya pasif menjadi lebih percaya diri saat bekerja dalam kelompok. Diskusi kelompok juga melatih kemampuan komunikasi dan berpikir kritis. Kesalahan dipandang sebagai bagian dari proses belajar bersama. Dukungan dari teman sebaya membantu mempercepat pemahaman materi. Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih bermakna dan mendalam.
Sebaliknya, pembelajaran berbasis kompetisi sering kali menekankan perbandingan hasil antarindividu. Situasi ini dapat memicu tekanan berlebihan bagi sebagian peserta didik. Fokus pada peringkat dan kemenangan dapat mengurangi minat belajar jangka panjang. Peserta didik cenderung belajar demi hasil, bukan pemahaman. Dalam kondisi tertentu, kompetisi juga dapat menumbuhkan sikap individualistis. Kerja sama menjadi kurang berkembang karena keberhasilan dilihat secara personal. Hubungan antarpeserta didik berpotensi menjadi renggang. Dampak ini dinilai kurang sejalan dengan tujuan pembelajaran holistik.
Pendekatan kolaboratif juga relevan dengan kebutuhan dunia nyata yang menuntut kerja tim. Tantangan masa kini jarang diselesaikan secara individu. Melalui kolaborasi, peserta didik dilatih memecahkan masalah kompleks bersama-sama. Mereka belajar membagi tugas, mengelola waktu, dan mengambil keputusan kolektif. Keterampilan ini penting untuk kehidupan sosial dan profesional di masa depan. Proses kolaborasi menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama. Keberhasilan kelompok menjadi motivasi intrinsik bagi setiap anggota. Nilai empati dan toleransi pun berkembang secara alami.
Pergeseran dari kompetisi menuju kolaborasi menandai perubahan paradigma pembelajaran. Tujuan belajar tidak lagi sekadar menjadi yang terbaik, tetapi menjadi lebih baik bersama. Kolaborasi menempatkan pembelajaran sebagai proses sosial yang dinamis. Peserta didik dipersiapkan untuk menjadi individu yang adaptif dan kooperatif. Pendekatan ini juga mendukung pembentukan karakter positif sejak dini. Dengan kolaborasi, kelas menjadi ruang tumbuh yang saling menguatkan. Pembelajaran terasa lebih manusiawi dan relevan. Arah ini dinilai mampu menjawab tantangan pendidikan masa kini dan masa depan.
Penulis: Aghnia
Gambar : Google