Kuantitas Program, Kualitas Dipertanyakan: Realita Kebijakan Pendidikan
Kata kunci: kebijakan pendidikan
pgsd.fip.unesa.ac.id – Berbagai kebijakan pendidikan kerap melahirkan banyak program yang bertujuan meningkatkan mutu pendidikan. Program pelatihan, bantuan, hingga inovasi pembelajaran terus diperkenalkan dari waktu ke waktu. Namun, muncul realita bahwa banyaknya program tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan kualitas pendidikan di lapangan.
Kuantitas program sering dijadikan indikator keseriusan pemerintah dan lembaga pendidikan dalam melakukan pembenahan. Semakin banyak program yang diluncurkan, semakin besar kesan adanya kemajuan. Akan tetapi, implementasi program yang terlalu banyak justru dapat menimbulkan kebingungan dan kelelahan bagi sekolah dan guru sebagai pelaksana utama.
Di tingkat sekolah, banyaknya program sering kali datang bersamaan dengan tuntutan pelaporan yang kompleks. Guru dan kepala sekolah dituntut menjalankan program sekaligus menyusun berbagai laporan administrasi. Kondisi ini berpotensi mengalihkan fokus dari kegiatan inti pembelajaran menuju pemenuhan kewajiban administratif.
Selain itu, tidak semua program dirancang berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan. Program yang bersifat seragam sering kali kurang relevan dengan kondisi dan karakteristik sekolah yang beragam. Akibatnya, program dilaksanakan sebatas formalitas tanpa memberikan dampak signifikan terhadap kualitas pembelajaran.
Kualitas kebijakan pendidikan seharusnya diukur dari efektivitas dan dampaknya, bukan dari jumlah program yang dihasilkan. Kebijakan yang baik adalah kebijakan yang mampu menjawab permasalahan riil dan memberikan ruang bagi sekolah untuk berinovasi sesuai konteksnya. Pendekatan berbasis kebutuhan menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas kebijakan.
Untuk itu, diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan dan program pendidikan. Program yang tidak memberikan dampak perlu disederhanakan atau dihentikan, sementara program yang efektif perlu diperkuat. Pelibatan guru dan sekolah dalam perumusan kebijakan juga penting agar kebijakan lebih kontekstual dan aplikatif.
Secara keseluruhan, kuantitas program tidak dapat dijadikan tolok ukur utama keberhasilan kebijakan pendidikan. Yang lebih penting adalah kualitas perencanaan, pelaksanaan, dan dampak nyata di lapangan. Dengan menempatkan kualitas sebagai prioritas, kebijakan pendidikan dapat benar-benar berkontribusi pada peningkatan mutu pembelajaran.