Kurikulum Merdeka Berlanjut Perkuat Literasi dan Kompetensi Anak Indonesia
Pgsd.fip.unesa.ac.id — Keberlanjutan kebijakan Kurikulum Merdeka menjadi angin segar bagi dunia pendidikan. Kurikulum ini dirancang untuk mendukung penguatan literasi dan kompetensi anak Indonesia. Pendekatan pembelajaran lebih fleksibel dan berpusat pada peserta didik. Anak-anak didorong untuk aktif mengeksplorasi pengetahuan. Proses belajar tidak lagi terpaku pada hafalan semata. Pengembangan karakter dan keterampilan menjadi fokus utama. Literasi membaca, numerasi, dan sains diperkuat sejak dini. Hal ini dinilai relevan dengan kebutuhan abad ke-21.
Kurikulum Merdeka memberi ruang bagi anak untuk belajar sesuai minat dan bakat. Pembelajaran kontekstual membantu siswa memahami materi secara lebih mendalam. Anak dilatih berpikir kritis dan kreatif dalam menyelesaikan masalah. Aktivitas belajar dirancang lebih variatif dan bermakna. Siswa diajak berpartisipasi aktif dalam diskusi dan proyek. Proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan tidak monoton. Literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca teks. Literasi juga mencakup kemampuan memahami dan mengolah informasi.
Penguatan kompetensi menjadi bagian penting dalam kurikulum ini. Anak-anak dibiasakan mengembangkan kemampuan komunikasi dan kolaborasi. Keterampilan sosial tumbuh melalui kerja kelompok dan proyek bersama. Pembelajaran berbasis pengalaman membantu siswa belajar dari situasi nyata. Anak tidak hanya memahami konsep, tetapi juga penerapannya. Proses ini mendorong kemandirian dalam belajar. Siswa dilatih untuk bertanggung jawab atas proses belajarnya. Kompetensi yang terbentuk diharapkan berguna dalam kehidupan sehari-hari.
Penerapan Kurikulum Merdeka juga mendorong inovasi dalam pembelajaran. Guru memiliki keleluasaan menyesuaikan metode dengan kebutuhan siswa. Materi ajar dapat dikembangkan secara kreatif dan kontekstual. Lingkungan belajar menjadi lebih adaptif dan inklusif. Anak merasa lebih dihargai dalam proses pembelajaran. Hubungan belajar bersifat dialogis dan kolaboratif. Hal ini berdampak pada meningkatnya motivasi belajar siswa. Suasana kelas menjadi lebih hidup dan interaktif.
Keberlanjutan Kurikulum Merdeka diharapkan membawa dampak jangka panjang. Literasi dan kompetensi anak Indonesia dapat berkembang secara seimbang. Pendidikan tidak hanya mengejar capaian akademik. Pembentukan karakter dan keterampilan hidup menjadi prioritas. Anak dipersiapkan menghadapi tantangan masa depan yang dinamis. Kurikulum ini menjadi fondasi pembelajaran yang relevan dan bermakna. Harapan terhadap kualitas pendidikan semakin menguat. Generasi muda diharapkan tumbuh menjadi pembelajar sepanjang hayat.
Penulis: Bewanda Putri Alifah
Foto: Google