Literasi Digital untuk Guru dan Anak: Kenapa Penting Sejak SD
pgsd.fip.unesa.ac.id- Literasi digital kini menjadi keterampilan dasar yang harus dimiliki sejak usia sekolah dasar. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, baik guru maupun siswa perlu memahami cara menggunakan perangkat digital secara bijak dan aman. Literasi digital bukan hanya tentang mampu mengoperasikan gadget, tetapi juga mencakup kemampuan mencari informasi, memilah sumber tepercaya, serta menggunakan teknologi untuk mendukung proses belajar. Dengan fondasi yang kuat, anak dapat lebih siap menghadapi tantangan belajar di era digital.
Peran guru dalam membangun literasi digital sangat penting karena merekalah yang membimbing siswa saat berinteraksi dengan teknologi. Guru perlu mengenalkan berbagai platform belajar digital, aplikasi edukasi, serta mengajarkan tata cara mengakses informasi yang benar. Ketika guru memahami literasi digital, proses pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif dan inovatif. Guru juga dapat memberikan contoh penggunaan internet yang sehat, seperti pencarian informasi edukatif, pemanfaatan video pembelajaran, dan komunikasi belajar daring.
Di sisi lain, siswa sekolah dasar adalah generasi yang sangat akrab dengan teknologi. Namun, kedekatan ini sering kali tidak dibarengi dengan pemahaman mengenai risiko digital, seperti konten tidak layak, cyberbullying, dan misinformasi. Karena itu, penting bagi anak untuk dibekali keterampilan mengenali informasi palsu, menjaga privasi, serta menggunakan internet dengan etika yang tepat. Literasi digital yang baik membantu anak menjadi pengguna teknologi yang bertanggung jawab dan kritis sejak dini.
Pembelajaran mengenai literasi digital dapat diintegrasikan ke dalam berbagai mata pelajaran. Misalnya, saat pelajaran bahasa, siswa bisa diajak mencari informasi dari sumber online. Dalam pelajaran IPS atau IPA, siswa dapat menonton video edukasi atau melakukan eksperimen virtual. Cara ini tidak hanya membuat pembelajaran lebih menarik, tetapi juga membiasakan anak memanfaatkan teknologi untuk hal positif. Guru juga dapat membuat proyek kecil, seperti tugas membuat poster digital atau presentasi untuk melatih kreativitas dan keterampilan digital.
Pada akhirnya, literasi digital bukan hanya kebutuhan, tetapi keharusan untuk membentuk generasi cerdas dan tanggap teknologi. Dengan dukungan guru dan orang tua, anak dapat lebih siap menghadapi dunia yang semakin terhubung secara digital. Pembiasaan literasi digital sejak SD akan menjadi investasi penting bagi masa depan pendidikan mereka.
Penulis: Adeluh Febiola
Gambar: Google