Mahasiswa dan Budaya Literasi: Tantangan Membaca di Era Visual
pgsd.fip.unesa.ac.id — Budaya literasi merupakan fondasi penting dalam dunia akademik. Namun, di era visual yang didominasi oleh konten audio-visual dan media sosial, minat membaca mahasiswa menghadapi berbagai tantangan. Pergeseran pola konsumsi informasi ini memengaruhi kebiasaan literasi mahasiswa.
Kemudahan akses konten visual sering kali membuat mahasiswa lebih memilih informasi singkat dan instan. Akibatnya, aktivitas membaca teks panjang, seperti buku dan jurnal ilmiah, menjadi kurang diminati. Padahal, kemampuan membaca secara mendalam sangat penting untuk mengembangkan pemahaman dan pemikiran kritis.
Meskipun demikian, era digital juga membuka peluang baru dalam pengembangan literasi. Berbagai sumber bacaan digital, e-book, dan jurnal daring dapat diakses dengan mudah oleh mahasiswa. Pemanfaatan teknologi secara bijak dapat membantu menumbuhkan kembali minat membaca di kalangan mahasiswa.
Peran kampus dan dosen sangat penting dalam menumbuhkan budaya literasi. Pembiasaan membaca, diskusi literatur, dan penugasan berbasis kajian pustaka menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi mahasiswa. Lingkungan akademik yang mendukung akan mendorong mahasiswa untuk lebih aktif membaca.
Dengan penguatan budaya literasi, mahasiswa diharapkan mampu menghadapi tantangan era visual secara kritis. Literasi yang kuat menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menyaring informasi dan mengembangkan pengetahuan secara berkelanjutan.
Penulis: Adeluh Febiola
Gambar: Google