Mahasiswa dan Kopi: Kenapa Jam Tidur Mereka Aneh?
pgsd.fip.unesa.ac.id,
Surabaya - Bagi
banyak mahasiswa, kopi sudah menjadi bagian dari keseharian. Minuman ini bukan
hanya soal rasa, tetapi juga alat untuk tetap terjaga menghadapi rutinitas yang
padat. Jadwal kuliah yang panjang, tugas yang menumpuk, hingga aktivitas
organisasi membuat mahasiswa seringkali membutuhkan energi tambahan. Kopi hadir
sebagai salah satu cara untuk menjaga fokus dan produktivitas.
Pola tidur mahasiswa yang tidak
teratur tidak lepas dari kebiasaan ini. Banyak mahasiswa merasa lebih produktif
di malam hari, ketika suasana lebih tenang dan tidak banyak distraksi. Kopi
menjadi teman untuk memastikan energi tetap cukup saat menyelesaikan tugas atau
belajar. Akibatnya, jam tidur pun sering bergeser, mulai dari malam hari hingga
dini hari.
Selain itu, kopi juga menjadi
“penyelamat” saat menghadapi tenggat waktu. Mahasiswa yang harus menyelesaikan
tugas mendadak biasanya mengandalkan kopi agar tetap terjaga. Walaupun tubuh
sudah lelah, kafein dalam kopi membuat mereka mampu bertahan hingga pekerjaan
selesai. Namun, efek ini juga membuat tubuh sulit langsung beristirahat
setelahnya, sehingga siklus tidur menjadi tidak teratur.
Fenomena ini bukan hanya soal
kafein. Kebiasaan begadang, pola belajar malam, dan tekanan akademik membentuk
ritme tidur yang berbeda dari jam tidur normal. Mahasiswa yang awalnya tidur
pukul 10 malam, bisa bergeser hingga tengah malam atau dini hari. Lingkaran ini
sering berulang, karena aktivitas kuliah pagi tetap harus dijalani meskipun
malam sebelumnya begadang.
Di balik kebiasaan tersebut, kopi
memiliki peran lebih dari sekadar minuman stimulan. Kopi menjadi bagian dari
strategi mahasiswa untuk menghadapi tekanan, menjaga produktivitas, dan
menyelesaikan tanggung jawab. Meski jam tidur sering berantakan, banyak mahasiswa
merasa terbantu dengan adanya kopi untuk melewati hari-hari yang padat dan
penuh tuntutan.
Dengan demikian, hubungan antara
mahasiswa dan kopi menunjukkan bagaimana kebutuhan akan energi, fokus, dan
produktivitas mempengaruhi pola hidup, termasuk jam tidur. Kopi bukan sekadar
minuman, tetapi bagian dari strategi bertahan hidup di dunia akademik.
Penulis : Salsabila Ramadani Firdaus