Mahasiswa Multitasking: Antara Akademik, Organisasi, dan Karier
pgsd.fip.unesa.ac.id — Mahasiswa saat ini tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik, tetapi juga aktif dalam berbagai aktivitas nonakademik seperti organisasi, kepanitiaan, dan persiapan karier. Fenomena multitasking ini menjadi bagian dari dinamika kehidupan mahasiswa modern yang dituntut untuk mampu mengelola berbagai peran secara bersamaan.
Keterlibatan mahasiswa dalam organisasi memberikan banyak manfaat, antara lain pengembangan soft skills, kepemimpinan, dan kemampuan bekerja dalam tim. Pengalaman berorganisasi juga melatih mahasiswa dalam mengelola waktu, mengambil keputusan, serta bertanggung jawab terhadap tugas yang diemban. Hal ini menjadi bekal penting dalam menghadapi dunia kerja.
Namun, menjalani berbagai aktivitas sekaligus juga menghadirkan tantangan tersendiri. Jika tidak diimbangi dengan manajemen waktu yang baik, multitasking dapat berdampak pada penurunan fokus belajar dan kelelahan fisik maupun mental. Oleh karena itu, mahasiswa perlu menetapkan prioritas agar aktivitas akademik tetap menjadi perhatian utama.
Perencanaan yang matang dan disiplin diri menjadi kunci keberhasilan mahasiswa dalam menjalani multitasking. Dengan mengatur jadwal secara seimbang antara kuliah, organisasi, dan pengembangan karier, mahasiswa dapat menjalani seluruh aktivitas secara optimal tanpa mengorbankan salah satu aspek penting dalam kehidupan perkuliahan.
Pada akhirnya, mahasiswa multitasking diharapkan mampu memanfaatkan setiap pengalaman sebagai sarana pembelajaran. Keseimbangan antara akademik, organisasi, dan persiapan karier akan membantu mahasiswa berkembang menjadi individu yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Penulis: Adeluh Febiola
Gambar: Google