Mahasiswa PGSD UNESA Membuat Media Ajar yang Unik: Hook and Line
Inovasi dalam media pembelajaran merupakan tuntutan utama bagi calon guru sekolah dasar. Di era Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran aktif, kontekstual, dan menyenangkan, mahasiswa PGSD dituntut tidak hanya memahami teori mengajar, tetapi juga mampu menciptakan media pembelajaran yang kreatif. Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah media "Hook and Line", sebuah media ajar berbentuk permainan memancing yang telah berhasil mengubah suasana belajar menjadi lebih hidup dan menarik bagi siswa.
Media Hook and Line dirancang dengan konsep sederhana namun efektif. Siswa menggunakan pancing magnetis untuk memancing “ikan” yang berisi materi pelajaran tertentu. Setiap “ikan” memiliki soal yang dibagi menjadi 3 tingkatan (merah:susah, kuning:sedang, dan hijau:mudah). Setelah objek berhasil “dipancing”, siswa harus menjawab soal dengan poin sesuai dengan warna soal (merah 10 poin, kuning 8 poin, hijau 5 poin). Dengan demikian, kegiatan belajar berlangsung secara natural, interaktif, dan penuh antusiasme.
Keunggulan utama media ini terletak pada kombinasi antara unsur bermain, keterampilan motorik, dan pemahaman kognitif. Siswa SD cenderung mudah bosan jika hanya mendengar penjelasan verbal. Namun, dengan aktivitas memancing, fokus siswa meningkat karena mereka merasa “terlibat” secara langsung. Selain itu, permainan ini mendorong kerja sama kelompok, melatih kesabaran, serta mengembangkan kemampuan berbahasa melalui kegiatan menjawab dan berdiskusi.
Dari perspektif pedagogis, Hook and Line juga memiliki nilai penting lainnya. Mahasiswa PGSD belajar memahami bahwa media pembelajaran tidak harus mahal atau rumit untuk dapat memberikan dampak besar. Media sederhana yang dirancang dari bahan-bahan yang sederhana. Selain itu, media ini juga sangat fleksibel karena dapat diisi dengan berbagai jenis materi, baik mata pelajaran PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika, maupun IPAS.
Kehadiran media seperti Hook and Line juga membantu membentuk interaksi kelas yang lebih aktif. Guru dapat menggunakannya untuk apersepsi, latihan, hingga evaluasi ringan. Siswa yang biasanya pasif menjadi lebih berani terlibat karena bentuknya menyerupai permainan. Ini sejalan dengan prinsip pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang menekankan bahwa siswa belajar lebih baik melalui aktivitas langsung.
Lebih jauh lagi, inovasi media ajar seperti ini menunjukkan potensi mahasiswa PGSD dalam menjembatani tantangan pembelajaran abad 21. Media Hook and Line tidak hanya mengajarkan konten materi, tetapi juga melatih keterampilan lain sepertiproblem-solving, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas. Empat kompetensi penting yang dibutuhkan siswa dan guru masa depan.
Melalui karya-karya kreatif seperti Hook and Line, mahasiswa PGSD menunjukkan bahwa pembelajaran yang efektif lahir dari kreativitas, pemahaman kebutuhan siswa, dan keberanian untuk mencoba ide baru. Media ini menjadi bukti bahwa inovasi pendidikan tidak harus kompleks, tetapi harus bermakna. Dengan semakin banyaknya media unik seperti ini, pembelajaran di SD berpotensi menjadi lebih menyenangkan, dekat dengan dunia anak, dan memberikan pengalaman belajar yang mendalam.
Sumber : Kelompok 4 2024 G
Penulis : Nuni Maryana Andini