Main Hujan: Cara Sederhana Menghilangkan Stres Sejenak
Hujan sering kali dianggap penghalang aktivitas. Jalanan basah, pakaian jadi lembab, dan rencana bisa berantakan. Tapi bagi sebagian orang, hujan justru menghadirkan ketenangan yang sulit dijelaskan. Termasuk aku, yang akhir-akhir ini justru sering “berteman” dengan hujan.
Setiap kali hujan turun, ada keinginan sederhana untuk keluar dan merasakannya langsung. Kadang mandi hujan, kadang mandi hujan dengan main bola bareng adik, dan pernah juga sendirian, berdiri, berlari kecil, menikmati tiap tetes yang jatuh ke tubuh. Rasanya seperti kembali ke masa kecil, saat hujan bukan sesuatu yang dihindari, melainkan dinikmati tanpa banyak pikir.
Di momen itu, stres terasa berkurang, meski hanya sedikit. Pikiran jadi lebih ringan, hati terasa tenang. Suara hujan yang jatuh pelan-pelan seolah menjadi musik alami yang menenangkan. Tidak ada tuntutan, tidak ada beban, hanya aku dan hujan yang turun apa adanya.
Secara psikologis, suara hujan memang dikenal mampu memberikan efek relaksasi. Ritmenya yang konsisten membantu menenangkan sistem saraf dan membuat tubuh merasa lebih rileks. Aktivitas fisik ringan seperti berlari kecil atau bermain di bawah hujan juga bisa membantu melepaskan ketegangan yang menumpuk akibat stres kuliah atau rutinitas sehari-hari.
Namun, seperti halnya kesenangan lain, main hujan tetap perlu dilakukan dengan bijak. Terlalu lama kehujanan atau dilakukan saat kondisi tubuh kurang fit bisa meningkatkan risiko sakit. Karena itu, menikmati hujan sebaiknya dilakukan seperlunya, cukup untuk merasakan tenangnya, lalu kembali menghangatkan tubuh.
Pada akhirnya, main hujan bukan tentang basah atau dinginnya tubuh, melainkan tentang memberi ruang bagi diri sendiri untuk bernapas sejenak. Mengingat masa kecil, menikmati momen sederhana, dan membiarkan stres perlahan luruh bersama air hujan yang jatuh. Karena terkadang, ketenangan tidak datang dari hal besar, tetapi dari hal kecil yang tulus kita nikmati.
Penulis: Qonita Adzkiya’