Manfaat Journaling untuk Kesehatan Mental dan Emosi
Journaling atau kebiasaan menulis jurnal menjadi salah satu kegiatan
sederhana yang memberikan manfaat besar bagi kesehatan mental. Dengan
menuangkan pikiran, perasaan, dan pengalaman sehari-hari ke dalam tulisan,
seseorang dapat memahami emosinya dengan lebih baik. Kegiatan ini membantu
mengurangi beban pikiran, terutama ketika sedang mengalami stres atau tekanan.
Menulis membuat isi kepala yang semrawut terasa lebih teratur dan mudah
dipahami, sehingga memberikan efek lega dan tenang.
Selain itu, journaling mendorong kita untuk lebih jujur pada diri
sendiri. Banyak orang sulit mengungkapkan perasaan secara langsung kepada orang
lain, tetapi jauh lebih mudah ketika dituangkan dalam tulisan. Melalui proses
ini, emosi negatif seperti marah, kecewa, atau sedih dapat tersalurkan dengan
cara yang sehat. Bahkan, menulis juga dapat membantu menemukan sudut pandang
baru terkait masalah yang sedang dihadapi.
Journaling juga bermanfaat untuk membantu mengambil keputusan.
Dengan menuliskan berbagai opsi, kekhawatiran, dan kemungkinan solusi, pikiran
menjadi lebih jelas. Anda bisa menilai situasi dengan lebih objektif dan tidak
terburu-buru. Selain itu, jurnal dapat menjadi catatan perjalanan hidup yang
membuat Anda melihat perkembangan diri dari waktu ke waktu. Ketika membaca
kembali tulisan lama, Anda akan menyadari seberapa banyak perubahan positif
yang telah terjadi.
Kegiatan ini juga berperan dalam meningkatkan rasa syukur. Banyak
orang menggunakan gratitude journal untuk mencatat hal-hal kecil yang
membuat mereka bahagia setiap hari. Dengan kebiasaan ini, fokus pikiran secara
perlahan bergeser dari hal-hal negatif menjadi lebih menghargai kehidupan. Rasa
syukur terbukti dapat mengurangi stres, meningkatkan kebahagiaan, dan membantu
tidur lebih nyenyak.
Untuk memulai journaling, Anda tidak memerlukan aturan khusus atau
buku tertentu. Cukup sediakan waktu beberapa menit setiap hari untuk menulis
bebas tanpa memikirkan struktur atau kerapian. Tidak ada benar atau salah dalam
journaling—yang terpenting adalah prosesnya. Dengan konsistensi, kegiatan
sederhana ini dapat menjadi alat yang kuat untuk menjaga kesehatan mental dan
membangun hubungan yang lebih baik dengan diri sendiri.
Penulis:
Ade Luh Febiola
Gmabar:
Google