Membangun Kebiasaan Literasi Siswa SD melalui Program Membaca 15 Menit
pgsd.fip.unesa.ac.id – Kebiasaan literasi menjadi fondasi penting bagi perkembangan akademik siswa sekolah dasar. Salah satu program yang banyak diterapkan di berbagai sekolah adalah kegiatan membaca 15 menit sebelum pembelajaran dimulai. Program ini terbukti efektif dalam menumbuhkan minat baca sekaligus meningkatkan kemampuan pemahaman teks siswa.
Kegiatan membaca 15 menit dapat dilakukan dengan berbagai jenis bahan bacaan, seperti buku cerita, komik edukatif, artikel anak, hingga ensiklopedia sederhana. Pemilihan bahan bacaan yang menarik dan sesuai usia sangat berpengaruh dalam menjaga antusiasme siswa. Guru juga dapat menyediakan sudut baca kelas yang nyaman untuk menciptakan suasana membaca yang menyenangkan.
Selain membaca mandiri, guru dapat mengombinasikan kegiatan ini dengan kegiatan lanjutan seperti menceritakan kembali isi bacaan, menuliskan ringkasan, atau berdiskusi singkat. Kegiatan lanjutan ini membantu siswa memahami isi cerita lebih mendalam sekaligus melatih keterampilan komunikasi dan penalaran.
Orang tua juga memiliki peran penting dalam mendukung kebiasaan literasi anak. Guru dapat bekerja sama dengan orang tua untuk menyediakan waktu membaca di rumah dan memilih buku yang sesuai. Ketika sekolah dan keluarga bekerja sama, kebiasaan membaca akan menjadi rutinitas yang kuat bagi siswa.
Program membaca 15 menit bukan hanya kegiatan rutin, tetapi investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas literasi generasi muda. Melalui kebiasaan membaca yang baik sejak dini, siswa akan lebih siap menghadapi tantangan akademik di jenjang berikutnya dan memiliki kemampuan literasi yang kuat sebagai bekal masa depan.
Penulis: Adeluh Febiola
Gambar: Google