Membuat Target Belajar Bahasa Asing yang Realistis
Kata kunci: target belajar bahasa asing
pgsd.fip.unesa.ac.id – Salah satu kesalahan terbesar dalam belajar bahasa asing adalah menetapkan target yang terlalu tinggi dalam waktu singkat, seperti ingin “lancar dalam satu bulan”. Target semacam ini sering berakhir dengan kekecewaan dan rasa ingin menyerah. Padahal, belajar bahasa merupakan proses jangka panjang yang membutuhkan kesabaran dan strategi.
Target yang realistis bukan berarti rendah, tetapi sesuai dengan kemampuan dan waktu yang dimiliki. Menentukan target realistis membantu menjaga motivasi, memperjelas arah belajar, dan menghindari stres. Langkah pertama adalah menentukan tujuan utama. Apakah ingin bisa berbicara lancar? Lulus tes internasional? Atau hanya ingin memahami film tanpa subtitle?
Setelah tujuan besar ditentukan, pecahlah menjadi target kecil. Misalnya, "menambah 10 kosakata per minggu", "mendengarkan 3 audio per minggu", atau "menulis satu paragraf per hari". Target kecil membuat kemajuan terasa lebih nyata.
Gunakan prinsip SMART: Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound. Jangan hanya “ingin lancar”, tetapi “ingin mampu memperkenalkan diri dalam bahasa asing dalam 2 minggu”.
Selanjutnya, sesuaikan target dengan rutinitas. Jangan membuat jadwal belajar yang tidak mungkin dilakukan. Lebih baik 20 menit setiap hari daripada 3 jam seminggu yang sering tertunda.
Evaluasi mingguan sangat penting. Tinjau apa yang sudah tercapai dan apa yang belum. Jika terlalu berat, sesuaikan. Jika terlalu ringan, tingkatkan.
Hindari membandingkan diri dengan orang lain. Setiap orang memiliki kecepatan belajar yang berbeda.
Berikan apresiasi pada diri sendiri. Rayakan pencapaian kecil. Cara sederhana seperti menonton film berbahasa asing favorit sebagai hadiah sudah cukup.
Target realistis membantu Anda menikmati proses, bukan merasa terburu-buru.
Belajar bahasa seharusnya membahagiakan, bukan membebani.
Dengan target tepat, kemajuan akan terasa lebih stabil.