Mengajarkan Bersyukur melalui Jurnal Harian Anak Sekolah Dasar
Kata kunci: jurnal syukur anak SD
pgsd.fip.unesa.ac.id – Rasa syukur merupakan salah satu nilai penting dalam pendidikan agama yang perlu ditanamkan kepada siswa sejak usia dini. Anak-anak sekolah dasar sering kali belum menyadari berbagai nikmat yang mereka terima setiap hari, seperti kesehatan, keluarga, makanan, dan kesempatan bersekolah. Oleh karena itu, salah satu strategi sederhana namun bermakna dalam menumbuhkan rasa syukur adalah melalui kegiatan menulis jurnal harian.
Jurnal syukur merupakan buku kecil yang digunakan siswa untuk menuliskan hal-hal baik yang mereka alami setiap hari. Guru dapat mengarahkan siswa untuk menulis minimal satu atau dua hal yang mereka syukuri, misalnya “hari ini saya bersyukur karena bisa bermain bersama teman” atau “saya senang karena guru mengajarkan dengan sabar”. Kegiatan sederhana ini membantu anak-anak melatih kepekaan terhadap kebaikan yang sering dianggap sepele.
Melalui jurnal harian, siswa belajar merefleksikan peristiwa yang mereka alami. Refleksi ini membantu mereka berpikir positif dan mengurangi keluhan. Anak-anak yang terbiasa bersyukur cenderung memiliki perasaan lebih bahagia, tidak mudah mengeluh, dan lebih menghargai orang di sekitarnya. Secara tidak langsung, jurnal syukur juga melatih kemampuan menulis siswa dan mengembangkan keterampilan bahasa.
Guru memiliki peran penting dalam membimbing kegiatan ini. Pada awal pelaksanaan, guru dapat memberikan contoh tulisan atau menceritakan pengalaman pribadi sebagai inspirasi. Selain itu, guru juga dapat mengajak siswa berbagi isi jurnal mereka secara sukarela di depan kelas. Kegiatan ini menumbuhkan keberanian berbicara sekaligus memperkuat nilai kebersamaan.
Orang tua juga perlu dilibatkan agar kebiasaan bersyukur tidak berhenti di sekolah saja, tetapi berlanjut di rumah. Orang tua dapat mendampingi anak menulis jurnal sebelum tidur atau mengajak anak berbincang tentang hal baik yang terjadi hari itu. Dengan kerja sama sekolah dan keluarga, pembelajaran nilai syukur akan semakin kuat dan konsisten.
Melalui pembelajaran jurnal syukur, pendidikan agama tidak lagi bersifat teori semata, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari siswa. Anak-anak belajar bahwa bersyukur bukan hanya ucapan, tetapi sikap hati yang tercermin dalam perilaku. Dengan pembiasaan yang terus menerus, nilai syukur akan tertanam sebagai karakter positif dalam diri siswa hingga dewasa kelak.