Mengapa Guru SD Menjadi Penentu Keberhasilan Kurikulum Merdeka
Kurikulum Merdeka dirancang untuk memberikan ruang belajar yang lebih fleksibel, menyenangkan, dan relevan dengan kebutuhan siswa. Fokusnya tidak hanya pada pencapaian akademik, tetapi juga perkembangan minat, karakter, kreativitas, dan kompetensi abad ke-21. Namun keberhasilan kurikulum ini tidak semata-mata bergantung pada dokumen kurikulum, melainkan pada peran guru—terutama guru sekolah dasar. Guru SD adalah penentu utama apakah Kurikulum Merdeka benar-benar dapat berjalan sesuai harapan.
Hal pertama yang membuat guru SD sangat penting adalah sifat fleksibel dan diferensiasi yang menjadi inti Kurikulum Merdeka. Guru harus mampu merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing siswa. Di SD, kemampuan anak berkembang sangat beragam. Guru perlu kepekaan tinggi dalam mengukur kemampuan literasi awal, memahami gaya belajar, hingga mengenali minat siswa. Tanpa kompetensi tersebut, pembelajaran berdiferensiasi tidak mungkin terlaksana.
Selain itu, Kurikulum Merdeka menekankan pembelajaran berbasis projek (P5). Proyek ini hanya bisa berhasil jika guru mampu merancang kegiatan yang kreatif, kontekstual, dan bermakna. Guru SD harus berperan sebagai fasilitator yang mengarahkan siswa untuk bekerja sama, berdiskusi, mencari informasi, dan mempresentasikan hasil belajar. Tanpa kreativitas dan kemampuan manajerial guru, proyek hanya akan menjadi tugas biasa tanpa makna mendalam.
Guru SD juga berperan besar dalam menyederhanakan konsep kurikulum agar mudah dipahami anak. Tidak semua elemen kurikulum bisa diberikan secara langsung, sehingga guru harus mampu memecah materi menjadi langkah-langkah kecil yang jelas, menarik, dan sesuai perkembangan usia. Pemahaman mendalam inilah yang membuat guru SD menjadi aktor kunci keberhasilan implementasi kurikulum.
Evaluasi pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka lebih menekankan asesmen formatif. Guru dituntut melakukan observasi harian, refleksi, serta memberikan umpan balik yang bermakna. Guru SD dengan interaksi intensif bersama siswa memiliki posisi paling ideal untuk melakukan evaluasi jenis ini. Mereka mengetahui perkembangan tiap anak secara detail dan dapat segera melakukan remedial atau pengayaan.
Selain aspek teknis, guru SD memegang peran sentral dalam menanamkan karakter sesuai Profil Pelajar Pancasila. Pembentukan karakter tidak bisa dilakukan hanya melalui teori; harus melalui pembiasaan, teladan, dan pengalaman langsung. Guru SD memiliki kesempatan terbesar melakukan hal itu karena mereka menghabiskan banyak waktu bersama siswa dalam suasana yang lebih intim dan fleksibel dibandingkan jenjang lain.
Pada akhirnya, Kurikulum Merdeka hanya dapat berjalan efektif jika guru SD diberdayakan. Pelatihan, dukungan fasilitas, kebebasan berinovasi, dan lingkungan kerja yang mendukung adalah kunci keberhasilan. Tanpa guru yang memahami dan percaya pada kurikulum, perubahan tidak akan terjadi. Guru SD adalah jantung dari Kurikulum Merdeka—merekalah yang menghidupkan nilai, konsep, dan tujuan kurikulum dalam praktik nyata di kelas.