Mengasah Literasi dan Numerasi Anak Sejak Usia Dini
pgsd.fip.unesa.ac.id, Surabaya – Mengasah literasi dan numerasi sejak usia dini menjadi perhatian banyak pihak karena keduanya dianggap sebagai fondasi penting bagi perkembangan anak. Minat belajar anak dinilai lebih mudah tumbuh ketika diberikan stimulasi yang tepat sejak kecil. Aktivitas membaca cerita sederhana dapat membantu anak mengenali berbagai kosakata baru. Penggunaan permainan berhitung juga dapat membuat angka terasa lebih akrab bagi mereka. Banyak keluarga mulai berupaya menghadirkan lingkungan belajar yang ramah dan menyenangkan di rumah. Pendampingan yang hangat menjadi kunci agar anak tidak merasa tertekan. Waktu belajar yang singkat namun konsisten dianggap lebih efektif bagi anak usia dini. Dengan pendekatan tersebut, anak dapat membangun kebiasaan belajar yang positif sejak awal.
Dorongan untuk meningkatkan literasi anak dilakukan dengan menyediakan bahan bacaan yang sesuai dengan tahap perkembangan mereka. Buku bergambar sering kali menjadi pilihan tepat untuk menarik minat anak. Cerita yang sederhana membantu anak memahami alur dengan lebih mudah. Aktivitas membaca bersama juga diyakini membuat anak merasa lebih terhubung secara emosional. Selain itu, bertanya tentang isi cerita dapat melatih kemampuan berpikir kritis. Anak belajar memahami pesan, karakter, serta situasi dalam cerita tersebut. Rutinitas membaca sebelum tidur menjadi salah satu cara efektif untuk membangun kebiasaan literasi. Dengan langkah ini, anak dapat tumbuh dengan kedekatan terhadap kegiatan membaca.
Sementara itu, penguatan numerasi dilakukan melalui aktivitas keseharian yang mudah diterapkan. Mengajak anak menghitung benda di sekitar membantu mereka mengenali konsep angka secara alami. Bermain blok bangunan dapat melatih logika dan kemampuan mengelompokkan. Aktivitas memasangkan bentuk juga membantu anak memahami pola serta perbedaan. Penggunaan lagu berhitung dapat membuat pembelajaran terasa lebih menyenangkan. Anak cenderung lebih cepat memahami angka ketika disajikan dalam bentuk permainan. Interaksi langsung dalam aktivitas sederhana membuat mereka belajar tanpa merasa terbebani. Cara ini sekaligus membantu anak menumbuhkan rasa percaya diri dalam berhitung.
Banyak keluarga mulai memanfaatkan waktu bermain sebagai peluang untuk mengembangkan kemampuan literasi dan numerasi anak. Permainan peran memungkinkan anak mengembangkan imajinasi sekaligus kemampuan berbahasa. Aktivitas menggambar dapat memperkuat kemampuan memahami simbol dan bentuk. Selain itu, kegiatan menulis huruf sederhana membantu melatih koordinasi motorik halus. Orang dewasa dapat mendampingi dengan memberi instruksi singkat yang mudah dipahami. Memberikan pujian atas usaha anak menjadi bentuk dukungan emosional yang penting. Anak yang merasa dihargai akan lebih bersemangat untuk mencoba hal baru. Dengan suasana positif, proses belajar menjadi lebih efektif dan menyenangkan.
Kesadaran
mengenai pentingnya literasi dan numerasi sejak dini mendorong banyak pihak
untuk lebih aktif memberikan stimulasi yang tepat. Anak yang terbiasa dengan
aktivitas membaca dan berhitung sejak kecil cenderung lebih siap menghadapi
tahap pembelajaran selanjutnya. Suasana belajar yang fleksibel menjadi pilihan
banyak keluarga agar anak tidak merasa tertekan. Penguatan kebiasaan positif
juga membantu menumbuhkan rasa cinta belajar. Aktivitas sederhana sehari-hari
ternyata sangat berperan dalam perkembangan kemampuan anak. Setiap langkah
kecil dapat memberikan dampak besar bagi masa depan mereka. Anak yang mendapat
dukungan di rumah biasanya menunjukkan perkembangan lebih stabil. Dengan
perhatian yang konsisten, kemampuan literasi dan numerasi anak dapat berkembang
secara optimal.
Penulis: Hanaksa
Erviga Putri Suprapto