Mengatasi Learning Loss: Program Intensif Mengejar Ketertinggalan Belajar
pgsd.fip.unesa.ac.id Fenomena learning loss masih menjadi persoalan serius yang mempengaruhi kualitas pembelajaran di berbagai jenjang pendidikan. Banyak siswa mengalami penurunan kemampuan akademik setelah proses pembelajaran jarak jauh yang berlangsung dalam waktu panjang. Kondisi ini terlihat dari menurunnya penguasaan konsep dasar pada beberapa mata pelajaran inti. Situasi tersebut memerlukan langkah strategis agar prestasi belajar dapat pulih kembali. Sebagai respons, berbagai upaya dilakukan untuk mempercepat peningkatan kemampuan siswa. Salah satu pendekatan yang kini banyak diterapkan adalah model program intensif terstruktur. Program tersebut dirancang untuk mengatasi kekurangan kompetensi yang dialami siswa. Tujuannya agar setiap peserta didik dapat kembali berada pada level kemampuan yang seharusnya.
Program intensif ini biasanya
dilaksanakan melalui pembelajaran remedial dengan strategi yang lebih fokus dan
mendalam. Sesi latihan soal dengan penguatan pemahaman konsep menjadi materi
utama dalam pelaksanaannya. Pendekatan tersebut memungkinkan siswa menguasai
ulang aspek akademik yang pernah tertinggal. Selain itu, pembelajaran dilakukan
dengan pendampingan yang lebih personal dan terukur. Evaluasi dilakukan secara
berkala untuk melihat perkembangan setiap peserta. Data hasil asesmen digunakan
sebagai dasar untuk menentukan strategi berikutnya. Dengan cara ini, proses
intervensi pembelajaran menjadi lebih tepat sasaran. Hal tersebut meningkatkan
peluang siswa mencapai kompetensi optimal.
Pelaksanaan program intensif juga
menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dan lingkungan belajar di rumah.
Dukungan moral dan kebiasaan belajar teratur terbukti memberi kontribusi besar
terhadap keberhasilan program. Kebiasaan belajar yang konsisten membantu
penguatan materi yang telah dipelajari di kelas. Komunikasi antara pendidik dan
orang tua dilakukan untuk memantau perkembangan siswa. Kolaborasi ini
memberikan dorongan psikologis yang penting bagi peserta didik. Semangat
belajar yang tumbuh dapat mempercepat proses pemulihan capaian akademik. Oleh
karena itu, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada metode, tetapi
juga dukungan sosial. Semakin kuat kolaborasi, semakin tinggi keberhasilan
usaha memulihkan ketertinggalan belajar.
Selain aspek akademik, program
intensif juga memperhatikan penguatan keterampilan sosial dan karakter.
Ketertinggalan pembelajaran tidak hanya berdampak pada pengetahuan, tetapi juga
pada interaksi sosial siswa. Kegiatan kolaboratif dan kerja kelompok menjadi
bagian penting dalam proses pemulihan tersebut. Pembelajaran berbasis
pengalaman dan simulasi juga diintegrasikan untuk melatih kepercayaan diri. Hal
ini membantu siswa beradaptasi kembali dengan ritme kelas yang aktif. Perubahan
positif dapat terlihat melalui peningkatan partisipasi dalam kegiatan
pembelajaran. Kondisi tersebut menjadi indikator keberhasilan pemulihan
learning loss. Dengan demikian, pendekatan yang komprehensif menjadi kunci
pemulihan kemampuan siswa.
Pada akhirnya, program intensif
mengejar ketertinggalan belajar menjadi solusi penting bagi pemulihan kualitas
pendidikan. Upaya ini memberikan harapan baru bagi siswa untuk bangkit dari
penurunan capaian akademik. Keberhasilan program sangat bergantung pada
perencanaan matang dan pelaksanaannya secara konsisten. Dukungan dari semua
pihak menjadi penguat utama dalam proses pemulihan. Semangat kolaborasi terus
ditingkatkan untuk menciptakan suasana belajar yang produktif. Dengan langkah
yang tepat, learning loss dapat diatasi secara efektif. Harapannya, masa depan
pendidikan kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Kualitas pembelajaran
pun dapat kembali mencapai standar yang diharapkan.
Penulis:
Mutia Syafa Y.
Foto:
Google