Mengejar Capaian, Kehilangan Esensi Pendidikan
Kata kunci: esensi pendidikan
pgsd.fip.unesa.ac.id – Pendidikan sejatinya bertujuan membentuk manusia yang berpengetahuan, berkarakter, dan mampu berpikir kritis. Namun, dalam praktiknya, pendidikan sering terjebak pada upaya mengejar capaian yang terukur secara angka. Nilai, peringkat, dan target kelulusan menjadi fokus utama, sementara esensi pendidikan justru berisiko terabaikan.
Mengejar capaian sering kali mendorong pembelajaran yang berorientasi pada hasil akhir. Guru dan siswa sama-sama diarahkan untuk memenuhi indikator penilaian yang telah ditetapkan. Proses belajar yang seharusnya memberikan ruang eksplorasi dan pemahaman mendalam menjadi terbatas karena tekanan waktu dan target.
Esensi pendidikan terletak pada proses pembentukan pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Ketika pendidikan hanya berfokus pada capaian, siswa mungkin berhasil secara akademik, tetapi belum tentu berkembang secara utuh. Kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan empati dapat terpinggirkan karena tidak mudah diukur dengan angka.
Tekanan mengejar capaian juga berdampak pada peran guru. Guru dihadapkan pada tuntutan administratif dan target kinerja yang ketat. Kondisi ini dapat mengurangi kesempatan guru untuk berinovasi dan membangun hubungan belajar yang bermakna dengan siswa. Interaksi yang seharusnya menjadi inti pembelajaran menjadi semakin terbatas.
Mengembalikan esensi pendidikan membutuhkan perubahan cara pandang. Capaian akademik tetap penting, tetapi harus ditempatkan sebagai hasil dari proses belajar yang berkualitas. Pendidikan perlu memberi ruang bagi siswa untuk bertanya, mencoba, dan merefleksikan pengalaman belajar mereka.
Evaluasi pembelajaran pun perlu diarahkan pada aspek yang lebih holistik. Penilaian yang menekankan proses, sikap, dan keterampilan dapat membantu menjaga esensi pendidikan. Dengan pendekatan ini, capaian yang diperoleh siswa akan lebih bermakna dan berkelanjutan.
Secara keseluruhan, mengejar capaian tanpa memperhatikan esensi pendidikan dapat menjauhkan pendidikan dari tujuan utamanya. Pendidikan yang bermakna adalah pendidikan yang memanusiakan manusia. Dengan menempatkan esensi sebagai inti, pendidikan dapat kembali menjadi proses pembelajaran yang utuh dan bermakna bagi setiap peserta didik.