Model Pembelajaran Literasi Visual yang Semakin Banyak Digunakan
pgsd.fip.unesa.ac.id, Model pembelajaran literasi visual kini semakin banyak digunakan karena dianggap mampu membantu peserta didik memahami informasi dengan lebih efektif. Pendekatan ini mengajak siswa memproses pesan melalui gambar, simbol, warna, dan berbagai elemen visual lain yang mudah ditangkap oleh indera. Riset pendidikan menunjukkan bahwa visual mampu meningkatkan retensi informasi secara signifikan dibandingkan penyajian tekstual semata. Kemampuan memahami visual juga dinilai penting karena banyak informasi modern disampaikan melalui media berbasis gambar. Model literasi visual membantu siswa mengembangkan kepekaan dalam membaca makna di balik tampilan visual. Pendekatan ini juga melatih keterampilan menganalisis pola, struktur, dan makna tersirat dalam ilustrasi. Dengan dukungan media yang terus berkembang, literasi visual semakin relevan untuk diterapkan dalam pembelajaran masa kini. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa literasi visual memiliki peran besar dalam meningkatkan kualitas pemahaman siswa.
Model pembelajaran ini menekankan proses interpretasi visual sebagai alat untuk memahami konsep. Siswa diajak mengidentifikasi hubungan antarelemen dalam sebuah representasi visual. Pendekatan seperti ini membantu siswa membangun pemahaman yang lebih mendalam karena mereka tidak hanya menghafal informasi. Melalui analisis visual, konsep abstrak dapat diubah menjadi bentuk yang lebih konkret dan mudah dipahami. Rangsangan visual juga menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan tidak monoton. Siswa dapat menelusuri informasi melalui gambar yang dirancang dengan alur tertentu. Dengan demikian, literasi visual membuka ruang bagi keterlibatan aktif dalam proses berpikir. Hal ini membuat pembelajaran lebih bermakna dan tahan lama.
Penerapan literasi visual juga mendukung pengembangan kemampuan kritis peserta didik. Siswa diajak mempertanyakan makna, tujuan, dan konteks dari setiap elemen visual yang mereka amati. Latihan ini melatih mereka untuk tidak menerima informasi begitu saja tanpa analisis. Proses tersebut mengembangkan pola berpikir yang lebih sistematis dan reflektif. Selain itu, kemampuan menafsirkan visual sangat penting dalam menghadapi banjir informasi digital yang sering kali bersifat simbolik. Dengan memiliki literasi visual yang kuat, siswa dapat memilah informasi yang relevan dan menghindari kesalahan interpretasi. Pendekatan ini juga membantu siswa memahami pesan tersirat dalam teks visual. Keterampilan membaca visual menjadi modal penting dalam komunikasi modern.
Selain memperkuat kemampuan kritis, model ini juga meningkatkan kreativitas siswa. Visual yang dipelajari dapat menginspirasi siswa untuk menciptakan karya representatif mereka sendiri. Proses ini membantu mereka mengasah kemampuan menuangkan gagasan secara visual. Kreativitas tersebut dapat dikembangkan melalui pembuatan diagram, ilustrasi, maupun simbol yang mewakili suatu konsep. Melalui aktivitas ini, siswa belajar menyusun informasi secara lebih terstruktur dan logis. Kemampuan menyederhanakan konsep kompleks menjadi visual yang mudah dipahami merupakan keterampilan penting dalam dunia pendidikan. Model literasi visual juga memberi kesempatan bagi siswa untuk mengekspresikan gaya berpikir mereka. Kreativitas tersebut memperkaya proses belajar dan memperkuat pemahaman.
Secara keseluruhan, model pembelajaran literasi visual memberi kontribusi besar dalam mendukung proses belajar yang lebih adaptif dan relevan. Pembelajaran visual memudahkan siswa menghadapi perubahan informasi yang semakin cepat. Representasi visual mampu menjembatani kesenjangan antara konsep abstrak dan pemahaman konkret. Pendekatan ini memperkuat kemampuan siswa dalam membaca, menafsirkan, dan menganalisis informasi. Dengan kemampuan tersebut, siswa dapat menghadapi tantangan literasi modern yang semakin kompleks. Penerapan literasi visual juga memperluas pengalaman belajar yang lebih dinamis. Pendekatan ini menjadi strategi penting dalam pengembangan kompetensi siswa di era digital. Dengan demikian, literasi visual menunjukkan potensi besar dalam memperkaya kualitas pembelajaran masa kini.
Penulis : Nurita
Gambar : Google