Pelatihan Guru SD Dorong Penguasaan Coding dan Teknologi AI untuk Pendidikan Abad 21
Pelatihan penguasaan coding dan teknologi kecerdasan buatan bagi guru SD di Kabupaten Mempawah menarik perhatian karena dinilai relevan dengan tuntutan pembelajaran abad 21. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi pendidik untuk memahami dasar-dasar pemrograman secara praktis. Peserta mengikuti sesi intensif yang mencakup konsep logika komputasional hingga simulasi perangkat digital. Pelatihan juga menekankan pentingnya berpikir algoritmik dalam memecahkan berbagai persoalan sederhana di kelas. Para guru mendapat pengenalan mengenai penggunaan teknologi berbasis AI untuk mendukung proses belajar. Kondisi ini dianggap membuka jalan bagi penerapan metode pembelajaran modern. Kehadiran teknologi baru dinilai mampu memperluas cara penyampaian materi kepada siswa. Pelatihan tersebut menjadi upaya strategis untuk mendorong transformasi digital di lingkungan pendidikan dasar.
Pelatihan difokuskan pada pendekatan yang mudah dipahami sehingga para guru dapat mengadaptasinya ke dalam kegiatan belajar harian. Setiap sesi menghadirkan simulasi langkah demi langkah agar peserta terbiasa dengan pola kerja coding sederhana. Instruksi diberikan melalui aktivitas praktik yang memungkinkan guru mencoba langsung pembuatan perintah digital. Pengaplikasian konsep coding juga digabung dengan permainan edukatif yang memudahkan pemahaman. Para peserta didorong untuk menerapkan metode belajar berbasis proyek guna meningkatkan minat siswa. Pendekatan ini dinilai efektif untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis siswa SD. Seluruh materi disusun agar relevan dengan mata pelajaran dasar. Penguatan keterampilan digital dipandang sebagai fondasi penting bagi generasi muda di masa mendatang.
Selain coding, pelatihan ini memberikan pengantar mengenai teknologi kecerdasan buatan yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran. Para peserta mendapatkan contoh penggunaan aplikasi AI yang mampu membantu analisis hasil belajar. Teknologi tersebut juga diperkenalkan sebagai alat pendukung bagi siswa dalam mengerjakan tugas berbasis eksplorasi. Pemahaman mengenai AI dipaparkan melalui ilustrasi yang sederhana dan mudah ditiru. Guru diajak menilai peluang pemanfaatan AI untuk mempercepat proses evaluasi hasil belajar. Peserta juga mempelajari batasan penggunaan AI agar tetap sesuai etika pembelajaran. Pendekatan yang seimbang antara teknologi dan aspek humanis ditekankan sepanjang kegiatan. Seluruh materi memberikan gambaran mengenai bagaimana AI dapat memperluas pengalaman belajar siswa.
Meski memberikan manfaat besar, pelatihan ini juga membuka diskusi mengenai tantangan yang mungkin dihadapi dalam penerapannya. Beberapa guru mengungkapkan perlunya waktu tambahan untuk membiasakan diri dengan teknologi digital. Keterbatasan perangkat juga disebut sebagai faktor yang perlu diperhatikan sebelum menerapkan metode baru. Diskusi menyoroti pentingnya kemandirian guru dalam mengembangkan kompetensi digital secara berkelanjutan. Pelatihan ini menggarisbawahi perlunya adaptasi bertahap agar siswa dapat menerima perubahan dengan nyaman. Materi yang padat membuat guru perlu menyusun strategi yang tepat sebelum diaplikasikan di kelas. Tantangan tersebut mendorong peserta untuk saling berbagi pengalaman agar dapat menemukan solusi bersama. Kesadaran akan kebutuhan peningkatan kompetensi menjadi titik awal perubahan positif.
Pelatihan ini diharapkan memberi dampak jangka panjang bagi pengembangan pembelajaran di Kabupaten Mempawah. Guru yang mengikuti kegiatan ini diprediksi mampu membuka ruang belajar yang lebih kreatif bagi siswa. Kemampuan mengintegrasikan coding dan teknologi AI diyakini dapat memperkaya aktivitas eksplorasi di kelas. Peserta pelatihan menyatakan kesiapannya untuk memperkenalkan teknik baru kepada siswa secara bertahap. Langkah ini dilihat sebagai bagian penting dari upaya mengembangkan generasi yang melek teknologi. Penguasaan keterampilan digital dianggap akan menjadi bekal berharga bagi anak-anak menghadapi masa depan. Pelatihan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas pendidik di tingkat dasar. Upaya peningkatan kompetensi ini diharapkan terus berlanjut agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata.
Penulis: Bintang Lasawfa Aurellya
Sumber: mamasewa.com