Pemanfaatan Wordwall pada Model Game Based Learning di Sekolah Dasar
Pembelajaran di sekolah dasar kini tidak lagi cukup jika hanya mengandalkan ceramah dan latihan tertulis. Perkembangan teknologi serta karakteristik siswa yang semakin dekat dengan dunia digital menuntut guru menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan. Dalam konteks ini, model Game Based Learning (GBL) menjadi salah satu pendekatan yang mampu menjembatani kebutuhan belajar siswa dengan cara yang lebih variatif. Melalui permainan edukatif, siswa tidak hanya belajar memahami materi, tetapi juga menikmati prosesnya. Salah satu platform yang banyak dimanfaatkan dalam penerapan GBL adalah Wordwall, sebuah aplikasi berbasis web yang menyediakan jenis permainan interaktif untuk mendukung proses pembelajaran.
Wordwall memungkinkan guru membuat berbagai bentuk permainan seperti kuis, pencocokan kata, anagram, roda putar, hingga teka-teki silang digital. Jurnal yang kamu berikan menjelaskan bahwa kelebihan utama Wordwall terletak pada fleksibilitasnya. Guru dapat menyesuaikan permainan dengan kompetensi dasar, karakteristik siswa, serta tujuan pembelajaran. Selain itu, Wordwall mudah diakses melalui perangkat laptop maupun ponsel, sehingga dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran kelas maupun tugas mandiri di rumah. Hal ini membuat Wordwall sangat relevan untuk pembelajaran sekolah dasar, di mana siswa membutuhkan stimulus visual dan aktivitas yang menarik agar tetap fokus serta termotivasi mengikuti pelajaran.
Penerapan Wordwall dalam model Game Based Learning juga terbukti efektif meningkatkan minat belajar siswa. Dalam jurnal disebutkan bahwa antusiasme siswa terlihat meningkat ketika mereka mengikuti kegiatan pembelajaran berbasis permainan. Siswa lebih aktif menjawab, berpartisipasi dalam diskusi, dan menunjukkan rasa ingin tahu yang lebih besar. Hal ini terjadi karena permainan memberikan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan dunia anak, sehingga mereka merasa nyaman dan tidak terbebani. GBL berbasis Wordwall memungkinkan siswa belajar melalui kompetisi yang sehat, sekaligus memperoleh umpan balik langsung melalui skor atau hasil permainan. Umpan balik cepat ini membantu siswa memahami sejauh mana kemampuan mereka, sekaligus mendorong mereka untuk memperbaiki kesalahan pada percobaan berikutnya.
Dalam implementasinya, guru berperan penting sebagai perancang sekaligus fasilitator pembelajaran. Jurnal tersebut menekankan bahwa penggunaan Wordwall bukan sekadar memberikan permainan kepada siswa, tetapi juga membutuhkan perencanaan yang matang. Guru perlu menentukan tujuan pembelajaran, memilih jenis permainan yang sesuai, menyiapkan perangkat, serta memastikan permainan dapat dijalankan dengan baik di kelas. Sebagai contoh, materi yang membutuhkan latihan pengenalan konsep dapat disampaikan melalui permainan “Match Up”, sementara materi yang menuntut kecepatan memahami istilah dapat didukung dengan permainan “Open the Box” atau “Quiz”. Pemilihan jenis permainan yang tepat akan semakin meningkatkan efektivitas kegiatan belajar.
Penggunaan Wordwall dalam GBL juga memberikan manfaat jangka panjang bagi siswa. Jurnal mencatat bahwa selain meningkatkan minat dan keterlibatan siswa, platform ini juga membantu mengembangkan keterampilan abad 21, seperti berpikir kritis, kolaborasi, kreativitas, dan kemampuan memecahkan masalah. Ketika siswa mencoba menyelesaikan permainan, mereka belajar menemukan pola, mengingat informasi, memilih jawaban yang tepat, dan bekerja dalam kelompok jika permainan dilakukan secara berpasangan atau berkelompok. Aktivitas semacam ini membantu siswa membangun kepercayaan diri dan keterampilan sosial, yang keduanya sangat penting di jenjang sekolah dasar.
Meski demikian, jurnal tersebut juga mencatat beberapa tantangan dalam penggunaan Wordwall. Ketersediaan perangkat dan koneksi internet sering menjadi kendala utama dalam implementasi kegiatan berbasis digital. Guru juga perlu memastikan bahwa penggunaan permainan tidak mengalihkan fokus siswa dari tujuan pembelajaran. Permainan harus diposisikan sebagai sarana belajar, bukan sekadar hiburan. Oleh karena itu, guru tetap harus melakukan evaluasi, memberikan umpan balik, dan mengarahkan siswa pada pemahaman konsep inti. Dengan pengelolaan yang baik, tantangan ini dapat diatasi dan pembelajaran tetap berjalan efektif.
Secara keseluruhan, pemanfaatan Wordwall dalam model Game Based Learning memberikan kontribusi signifikan terhadap kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Pendekatan ini menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan relevan dengan dunia anak. Wordwall tidak hanya membantu guru menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, tetapi juga membantu siswa membangun kemampuan kognitif dan sosial secara seimbang. Ketika digunakan secara terencana dan terarah, GBL berbasis Wordwall dapat menjadi strategi pembelajaran yang memberikan pengalaman belajar lebih bermakna, sekaligus mampu menjawab tantangan pembelajaran modern di sekolah dasar.
Penulis: Shabrina Muhamida Fitri
Sumber: https://share.google/T9zULaxMK6DU2xlYE