pgsd.fip.unesa.ac.id- Pembelajaran berbasis permainan atau game-based learning menjadi pendekatan yang semakin populer dalam meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa sekolah dasar. Dengan mengintegrasikan unsur permainan dalam proses pembelajaran, siswa dapat belajar secara lebih menyenangkan sekaligus memperkuat pemahaman konsep akademik. Pendekatan ini efektif karena selaras dengan dunia anak yang penuh imajinasi dan aktivitas bermain.
Guru dapat memanfaatkan permainan edukatif baik dalam bentuk fisik maupun digital. Contohnya, kartu soal, permainan papan sederhana, kuis interaktif, atau aplikasi pembelajaran berbasis permainan. Aktivitas ini mendorong siswa berpartisipasi secara aktif, memecahkan tantangan, dan belajar dari interaksi dengan teman sekelas. Penggunaan permainan yang tepat dapat meningkatkan fokus dan konsistensi belajar.
Pembelajaran berbasis permainan juga memungkinkan pengembangan keterampilan sosial seperti kerja sama, komunikasi, dan sportivitas. Saat bermain dalam kelompok, siswa belajar berbagi peran, mengikuti aturan, dan menghargai pendapat orang lain. Interaksi ini memberikan pengalaman belajar yang melampaui aspek kognitif.
Guru memiliki peran dalam memastikan permainan selaras dengan tujuan pembelajaran. Permainan harus dirancang atau dipilih berdasarkan kompetensi yang ingin dicapai, sehingga aktivitas bermain tidak kehilangan arah edukatifnya. Selain itu, proses refleksi setelah bermain membantu siswa memahami kembali konsep yang telah dipelajari.
Dengan penerapan yang konsisten, game-based learning dapat meningkatkan antusiasme siswa terhadap kegiatan belajar. Permainan menjadikan kelas lebih hidup, interaktif, dan kondusif bagi perkembangan kognitif maupun sosial-emosional siswa.
penulis: adeluh febiola
gambar: google