Pembelajaran Bertanya sebagai Cara Mengembangkan Rasa Ingin Tahu
pgsd.fip.unesa.ac.id, Pembelajaran bertanya semakin dipahami sebagai pendekatan efektif untuk mengembangkan rasa ingin tahu peserta didik. Pendekatan ini menempatkan pertanyaan sebagai pemicu utama proses berpikir. Melalui aktivitas bertanya, peserta didik didorong untuk menggali informasi secara lebih mendalam. Rasa ingin tahu tumbuh ketika peserta didik merasa aman untuk mengungkapkan kebingungan dan ketertarikan mereka. Pola pembelajaran ini membantu peserta didik tidak hanya menerima informasi secara pasif. Pertanyaan menjadi jembatan antara pengetahuan awal dan pemahaman baru. Proses ini mendorong keterlibatan aktif dalam pembelajaran. Dengan demikian, pembelajaran bertanya berperan penting dalam membangun budaya belajar yang reflektif.
Pembelajaran bertanya membantu peserta didik mengembangkan kemampuan berpikir kritis sejak dini. Peserta didik belajar mengamati fenomena sebelum merumuskan pertanyaan yang relevan. Proses tersebut melatih kemampuan menganalisis informasi secara sistematis. Pertanyaan yang muncul mencerminkan tingkat pemahaman dan rasa ingin tahu individu. Ketika peserta didik terbiasa bertanya, mereka lebih peka terhadap hal-hal yang belum dipahami. Hal ini mendorong pencarian jawaban melalui eksplorasi mandiri. Pembelajaran tidak lagi berfokus pada hafalan semata. Sebaliknya, proses belajar menjadi lebih bermakna dan mendalam.
Pendekatan bertanya juga berperan dalam meningkatkan kualitas interaksi belajar. Peserta didik terdorong untuk terlibat dalam diskusi yang berbasis pemikiran. Setiap pertanyaan membuka peluang munculnya sudut pandang yang beragam. Interaksi ini membantu peserta didik memahami bahwa pengetahuan dapat dikaji dari berbagai perspektif. Proses saling menanggapi pertanyaan melatih kemampuan mendengarkan secara aktif. Peserta didik juga belajar menghargai pendapat orang lain. Lingkungan belajar menjadi lebih dinamis dan partisipatif. Kondisi tersebut memperkuat motivasi untuk terus belajar.
Rasa ingin tahu yang berkembang melalui pembelajaran bertanya berdampak positif pada kemandirian belajar. Peserta didik terbiasa mencari jawaban secara mandiri ketika menghadapi ketidaktahuan. Pertanyaan menjadi awal dari proses eksplorasi pengetahuan. Kebiasaan ini membantu peserta didik tidak mudah puas dengan jawaban sederhana. Mereka terdorong untuk menggali informasi lebih luas dan mendalam. Proses ini membentuk sikap belajar sepanjang hayat. Rasa ingin tahu yang terpelihara membuat pembelajaran terasa relevan. Peserta didik menjadi lebih aktif dalam mengembangkan pemahamannya sendiri.
Secara keseluruhan, pembelajaran bertanya merupakan pendekatan penting dalam mengembangkan rasa ingin tahu peserta didik. Pendekatan ini menumbuhkan keberanian untuk berpikir dan mengungkapkan pertanyaan. Proses belajar menjadi lebih dialogis dan bermakna. Rasa ingin tahu yang terasah membantu peserta didik memahami konsep secara lebih mendalam. Pembelajaran tidak lagi bersifat satu arah, melainkan interaktif. Kebiasaan bertanya membentuk pola pikir terbuka terhadap pengetahuan baru. Pendekatan ini relevan dengan kebutuhan pembelajaran modern. Pembelajaran bertanya menjadi fondasi penting dalam membangun generasi pembelajar aktif.
Penulis : Nurita
Gambar : Google