Pembelajaran Multisensori Dorong Pemahaman Materi Lebih Baik
pgsd.fip.unesa.ac.id, Surabaya – Pembelajaran
multisensori semakin mendapat perhatian karena dinilai mampu mendorong
pemahaman materi yang lebih baik pada peserta didik. Pendekatan ini
menggabungkan berbagai indera seperti penglihatan, pendengaran, peraba, dan
gerak dalam proses belajar. Metode tersebut dianggap relevan dengan kebutuhan
belajar yang beragam. Peserta didik tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi
juga melihat, menyentuh, dan mempraktikkan materi secara langsung. Kondisi ini
membuat proses belajar menjadi lebih aktif dan bermakna. Informasi yang
diterima melalui banyak indera cenderung lebih mudah dipahami. Daya ingat
terhadap materi pun meningkat secara signifikan. Hal ini menjadikan
pembelajaran multisensori sebagai strategi yang efektif di ruang belajar.
Penerapan pembelajaran multisensori
membantu peserta didik memahami konsep abstrak dengan cara yang lebih konkret.
Materi yang sebelumnya sulit dipahami dapat disajikan melalui visual, suara,
dan aktivitas fisik. Proses ini membuat peserta didik lebih terlibat secara
emosional dan kognitif. Keterlibatan aktif tersebut mendorong munculnya rasa
ingin tahu. Peserta didik menjadi lebih berani bertanya dan mencoba. Suasana
belajar pun terasa lebih hidup dan tidak monoton. Interaksi antar peserta didik
juga meningkat selama kegiatan berlangsung. Hal ini berdampak positif terhadap
proses pemahaman materi.
Selain meningkatkan pemahaman,
pembelajaran multisensori juga membantu mengakomodasi perbedaan gaya belajar.
Setiap peserta didik memiliki cara unik dalam menyerap informasi. Ada yang
lebih mudah belajar melalui visual, ada pula yang melalui gerakan atau suara.
Pendekatan multisensori memungkinkan semua gaya belajar terfasilitasi. Peserta
didik tidak merasa tertinggal karena metode yang digunakan lebih inklusif.
Mereka dapat memilih cara belajar yang paling sesuai dengan kebutuhannya. Hal
ini meningkatkan rasa percaya diri dalam belajar. Proses pembelajaran menjadi
lebih adil dan seimbang.
Dari sisi motivasi, pembelajaran
multisensori dinilai mampu meningkatkan minat belajar. Aktivitas yang variatif
membuat peserta didik tidak cepat merasa bosan. Materi pelajaran terasa lebih
dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pengalaman belajar yang menyenangkan
mendorong semangat untuk terus mengikuti kegiatan. Peserta didik menjadi lebih
fokus selama proses berlangsung. Tingkat kelelahan mental dapat diminimalkan
dengan variasi aktivitas. Pembelajaran pun berjalan lebih efektif dalam waktu
yang sama. Hasil belajar menunjukkan peningkatan yang konsisten.
Secara keseluruhan, pembelajaran
multisensori memberikan dampak positif terhadap kualitas pemahaman materi.
Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada hasil, tetapi juga pada proses belajar
itu sendiri. Peserta didik diajak untuk aktif dan terlibat secara menyeluruh.
Pengalaman belajar menjadi lebih kaya dan bermakna. Informasi yang diperoleh
lebih mudah disimpan dalam ingatan jangka panjang. Metode ini juga mendorong
suasana belajar yang lebih kolaboratif. Tantangan dalam memahami materi dapat
diatasi dengan lebih baik. Oleh karena itu, pembelajaran multisensori dinilai
sebagai salah satu alternatif efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
Penulis: Hanaksa Erviga Putri
Suprapto