Pembelajaran STEAM Integrasikan Seni dan Sains untuk Anak SD
pgsd.fip.unesa.ac.id– Pembelajaran berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics) mulai diterapkan di sekolah dasar untuk mengintegrasikan seni dan sains. Pendekatan ini bertujuan mengembangkan kreativitas, keterampilan berpikir kritis, dan kemampuan problem solving siswa. Dengan menggabungkan berbagai disiplin ilmu, siswa belajar secara holistik dan menyenangkan.
Dalam praktiknya, pembelajaran STEAM melibatkan proyek kreatif yang menggabungkan seni dan sains, seperti membuat model energi terbarukan dengan desain artistik, eksperimen ilmiah dengan ilustrasi visual, atau konstruksi robotik bernuansa kreatif. Aktivitas ini memungkinkan siswa belajar melalui praktik langsung dan pengalaman nyata.
Guru berperan sebagai fasilitator dan pembimbing, memberikan arahan proyek, bimbingan teknis, dan evaluasi hasil karya siswa. Pendekatan berbasis proyek membuat siswa lebih aktif, terlibat, dan termotivasi dalam proses belajar. Siswa juga belajar bekerja sama dalam tim, berbagi ide, dan menghargai perspektif teman-teman sekelas.
Selain aspek akademik, pembelajaran STEAM meningkatkan kemampuan ekspresi diri, kreativitas, dan inovasi siswa. Mereka belajar menghubungkan konsep sains dengan karya seni, sehingga pemahaman menjadi lebih mendalam dan relevan. Lingkungan belajar yang kreatif membuat anak-anak antusias mengikuti setiap kegiatan.
Dengan penerapan STEAM di sekolah dasar, diharapkan siswa mampu mengembangkan kompetensi abad 21 yang meliputi kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan kemampuan berpikir kritis. Metode ini menjadi alternatif pembelajaran modern yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi perkembangan anak.
Penulis: Adeluh Febiola
Gambar: Google