Pembelajaran Tematik Terpadu sebagai Ciri Khas PGSD
Pembelajaran
tematik terpadu merupakan pendekatan yang menjadi ciri khas dalam pendidikan
PGSD. Model ini menghubungkan berbagai mata pelajaran dalam satu tema sehingga
siswa lebih mudah memahami konsep secara utuh. Guru PGSD berperan penting dalam
merancang pembelajaran tematik yang menarik dan sesuai perkembangan anak.
Melalui pembelajaran tematik, siswa tidak merasa belajar terlalu banyak mata
pelajaran secara terpisah. Hal ini membuat proses belajar menjadi lebih alami
dan menyenangkan.
Pendekatan
tematik dianggap efektif karena sesuai dengan perkembangan kognitif anak SD
yang masih melihat sesuatu secara keseluruhan. Anak usia 6–11 tahun belum mampu
berpikir abstrak seperti remaja, sehingga metode tematik membantu mereka
memahami hubungan antar konsep. Misalnya, tema “Lingkungan” dapat menyatukan
mata pelajaran IPA, IPS, Bahasa Indonesia, dan SBdP. Dengan cara ini,
pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan bermakna bagi siswa.
Guru
PGSD harus mampu memilih tema yang dekat dengan kehidupan siswa. Tema-tema yang
relevan seperti keluarga, sekolah, makanan sehat, atau alam sekitar membantu
siswa lebih mudah memahami materi. Selain itu, guru perlu mengembangkan media
pembelajaran kreatif seperti gambar, video, alat peraga, atau permainan
edukatif. Penggunaan media yang tepat membuat siswa lebih antusias dan aktif
selama proses belajar.
Penilaian
dalam pembelajaran tematik harus mencakup aspek pengetahuan, sikap, dan
keterampilan. Guru tidak hanya menilai hasil akhir, tetapi juga proses belajar
siswa. Portofolio, jurnal, proyek, maupun observasi langsung sangat cocok
digunakan dalam pembelajaran tematik. Hal ini memungkinkan guru melihat
perkembangan siswa secara lebih komprehensif. Penilaian yang tepat akan
membantu memetakan kemampuan dan kebutuhan belajar siswa.
Secara
keseluruhan, pembelajaran tematik terpadu memberikan banyak manfaat bagi siswa
SD. Siswa menjadi lebih aktif, memahami materi secara menyeluruh, dan terlibat
langsung dalam proses belajar. Guru PGSD perlu terus meningkatkan kompetensi
agar mampu menyusun perangkat pembelajaran tematik dengan baik. Dengan
implementasi yang tepat, pendekatan tematik dapat menjadi sarana efektif dalam
menciptakan pembelajaran berkualitas. Pembelajaran tematik terbukti mendukung
tujuan pendidikan dasar yang holistik.
Sumber:
Majid, Abdul.
(2014). Pembelajaran Tematik Terpadu. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Kemendikbud.
(2013). Kurikulum 2013: Pembelajaran Tematik Terpadu di SD.
Hosnan, M.
(2016). Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran SD.
Penulis : Maria
Oktalic Hindi Lourista