Pembuatan Bank Sampah Sekolah
Bank sampah sekolah menjadi inovasi cerdas dalam mengelola limbah sekaligus mendidik peserta didik tentang nilai ekonomi dari sampah. Melalui sistem ini, siswa diajak menabung dengan cara mengumpulkan sampah anorganik yang masih bernilai jual. Guru membimbing proses pemilahan dan pencatatan hasil tabungan sampah. Kegiatan ini mengajarkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan kreativitas. Setiap minggu, hasil pengumpulan sampah ditimbang dan dicatat dalam buku tabungan siswa. Dana yang terkumpul digunakan untuk kegiatan sosial atau kebutuhan sekolah. Selain membantu menjaga kebersihan, bank sampah juga menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya daur ulang. Program ini menjadikan sampah bukan lagi masalah, tetapi sumber pembelajaran dan peluang ekonomi.
Pelaksanaan bank sampah dilakukan dengan melibatkan seluruh warga sekolah. Setiap kelas memiliki jadwal pengumpulan dan pengelolaan sampah secara bergilir. Guru menanamkan nilai kebersamaan dan gotong royong dalam setiap aktivitasnya. Selain itu, kegiatan ini juga memperkenalkan siswa pada sistem manajemen sederhana. Dengan melibatkan teknologi digital, beberapa sekolah mulai menerapkan aplikasi pencatatan hasil daur ulang. Siswa juga diajak membuat produk kreatif dari sampah seperti pot bunga dan tas daur ulang. Kegiatan ini memperkuat kesadaran bahwa pengelolaan sampah memerlukan partisipasi aktif dari semua pihak.
Bank sampah sekolah menjadi laboratorium pendidikan karakter yang menanamkan nilai peduli lingkungan, kerja keras, dan tanggung jawab sosial dalam bentuk nyata.